We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
SANG CACHÈ | HIATUS

SANG CACHÈ | HIATUS

  • WpView
    Reads 3,224
  • WpVote
    Votes 415
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Apr 28, 2023
WpInfo
Fiction
Mystery
Hiatus - "Memang umur kita berbeda tapi aku bisa membaca isi hati mu" Bisikan itu terdengar lembut dan mendebarkan tapi juga terkesan menakutkan. Iris mata yang berwarna hitam kelam berubah warna di kegelapan. Indah, mata yang terlihat sangat indah tapi menakutkan, mata yang telah membunuh banyak orang. "Sttt..jangan takut" Bisikan itu terdengar lagi, badan wanita itu kembali bergetar hebat bahkan deru nafasnya yang mengenai lehernya sudah mampu melumpuhkan badannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Complete (END)
  • Shining Star
  • Broken Silence [SEULRENE]
  • My Bias My Boyfriend [COMPLETE]
  • Your Eyes Tell 👁 [✔]
  • Make (me) Up ! ; seulrene ✔
  • Sudut Temu Wenrene
  • My Sexy Lady (Jungkook X Yuju) *selesai*
  • Mistery Of My School

"Ya, kau tidak punya mata? Lihat, buku ku jadi kotor!" Sosok yang sedang membersihkan seragamnya tersentak kaget mendengar pekikan tersebut. Matanya berkedip tidak percaya. Heol, jelas-jelas dia yang korban disini. Mengapa jadi dia yang di salahkan? Memberanikan diri, dengan perlahan dia menatap gadis bertopi di hadapannya itu. Seketika gadis berseragam sekolah itu menelan salivanya susah payah mendapati tatapan tajam di balik kacamata hitam tersebut, seakan siap menerkamnya saat ini juga. "J-jongsahamnida. Nde, aku yang salah," Yeri membungkuk dalam. Hanya cara ini yang terpikirkan olehnya. Yap. Gadis itu adalah Yeri baru saja pulang sekolah. Dia memutuskan untuk membeli minuman susu di tempat favoritnya sebelum pulang ke rumah. Tapi malah berakhir seperti ini. Joohyun menggeram kesal sambil melepas kacamatanya, mencoba menahan amarahnya yang siap meledak. "Aish, bisa-bisanya kau membuat ku kesal seperti ini," Hari pertamanya di kota kelahirannya saja sudah di sambut dengan hal seperti ini. Bagaimana kedepannya nanti?

More details
WpActionLinkContent Guidelines