Girl With A Cold Face

Girl With A Cold Face

  • WpView
    LECTURES 100
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., nov. 9, 2019
"Karena muka gue dingin, belum tentu hati gue juga dingin!" seru Ara membela. "Tapi kenyataannya hati lo emang dingin, Ra. Bahkan membeku, maybe?" balas Jovi tanpa takut. "Gue nggak sedingin yang lo kira, Jovi!" "Sikap lo itu dingin, Ra. Mau digimanain pun lo adalah lo yang dingin. Kecuali saat lo bareng sama mantan kesayangan lo itu, hati lo perlahan mencair. Hati lo yang sekeras batu, seketika melunak kayak pensil inul," tutur Jovi yang menembak tepat sasaran. Ara terdiam. Merasa semua yang dikatakam Jovi ada benarnya. "Tapi, memangnya dia masih ada rasa yang sama kayak lo?" tanya Jovi lagi lagi menembak hati Ara tepat sasaran. "Udah lah, Ra. Lupain dia, tapi jangan jadiin gue alat buat lupain dia. Maaf aja, gue terlalu perfect untuk dijadiin pelarian." lanjutnya. Ara refleks mengumpat. *** Apa jadinya ketika si women anti baper tiba tiba mencair begitu saja ketika didekati kembali oleh sang mantan? Dan disaat bersamaan, ia juga harus terus menerus bersama dengan aktor indonesia yang tengah naik daun namun mempunyai sifat percaya diri yang melebihi batas wajar?
Tous Droits Réservés
#717
coolgirl
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • My Lecturer Is My Roommate
  • Cuaca
  • ON SIGHT (Completed)
  • Cause You're My Queen
  • HEY!! MR. COOL?! [END]
  • Zeefazka
  • Dosen Nano-Nano
  • ARGA [REVISI]

Tidak ada pilihan lain bagi Kiara Zefanya selain harus menjalani hidup satu atap dengan seorang laki-laki yang tegas, berwibawa, gila kebersihan dan takut dengan segala sesuatu hal berbau horor. Dia adalah Arfan, yang tak lain adalah dosen baru di kampusnya. Arfan juga tidak pernah berpikir untuk berbagi rumah dengan seorang gadis asing seperti Kiara. Tapi takdir seolah menginginkan keduanya untuk bertemu. "Jangan sentuh barang-barang di rumah ini atau kamu keluar dari sini sekarang juga!" "Temen saya setan semua loh pak, Bapak mau saya undang mereka semua ke sini?" "Saya nggak takut, Saya lebih takut lihat kamu berkeliaran di sini!" "Bapak serius? saya undang mereka nih." "PERGI DARI RUMAH SAYA SEKARANG!" "Nggak mau!" "Maunya apa kamu, hah?" "Jadi ibu dari anak-anak bapak."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu