Barista Or Doctor

Barista Or Doctor

  • WpView
    Reads 173
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 25, 2020
Ini bukanlah cerita seorang barista yang bertemu wanita cantik yang patah hati lalu menyukai latte buatan nya. Ini bukanlah cerita tentang seorang barista dengan hati dingin dan berwajah imut... Ini adalah cerita tentang seorang pemuda bernama Hasan yang ingin menjadi barista namun impian nya bertolak belakang dengan kehendak ayah nya sendiri. Meski berkuliah di kejuruan Dokter, seperti keinginan ayah nya, nyata nya Hasan masih bisa meluangkan waktu nya untuk bekerja di bidang kegemaran nya yaitu menjadi "Barista" disalah satu kafe milik teman nya. Hari-hari nya terbilang cukup random, karna tingkah kedua sahabatnya yang sangat ajaib namun juga membuat nya sedikit jengkel. Perasaan bimbang akan kedua keinginan itu tentu membuat hati nya selalu bimbang. Akan kah Hasan memilih sebagai dokter seperti keinginan ayah nya, atau menjadi seorang barista? Telusuri kelanjutan di cerita ini^^
All Rights Reserved
#46
hanif
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ikhlas Yang Tak Mudah
  • [ COMPLETED] AFTER WORK
  • About Love
  • Lembayung Cinta di Langit Senja
  • Roommate With Benefits
  • Love In A Coffee Shop [Bisa Baca Di Karyakarsa]
  • Love Letters [END]
  • I Latte You
  • Cuek Tapi Romantis [Dreame/Innovel]

Seorang gadis cantik nan manis, berkulit sawo matang itu kini tengah duduk berteduh di sebuah cafe dengan menikmati secangkir kopi susu dan suasana hujan yang lebat. Pandangan nya tertuju pada seorang wanita yang tengah bersenda gurau dengan pasangan nya. Ia tersenyum tipis dengan cairan yang keluar dari pelupuk matanya. Air mata yang terus menerus keluar menuruni pipinya. "Kaka sayang kamu, Kaka janji akan selalu jaga kamu dan selalu ada buat kamu". Ucapan itu yang terus menerus selalu terlintas di benak nya. "Kak, kenapa Kaka tinggalin aku? aku belum bisa untuk melakukan segala hal sendiri. aku masih butuh Kaka, aku masih butuh pundak Kaka untuk bersandar". Terlihat ia memejamkan matanya seraya bergumam dengan nada yang sangat lirih. "I miss you ka"

More details
WpActionLinkContent Guidelines