The Endless Chapter [COMPLETED]

The Endless Chapter [COMPLETED]

  • WpView
    Reads 210
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 5, 2020
Pernahkah sekali dalam hidupmu. Engkau merasa terbangun di pagi hari, mandi, makan dan beraktifitas seperti biasa. Berkerja, bersekolah , atau hanya diam saja. Lalu perlahan senja mulai tenggelam, engkau kembali pulang ke rumah. Bersiap untuk tidur dengan bersandar di bantal memikirkan apa yang telah jiwa ini lalui sepanjang hari. Hingga engkau sadar satu hal. Seharian tadi engkau sendiri. Berjalan sendiri, duduk di bangku sendiri, dan makan sendiri. Hingga tanpa sadar engkau menoleh beberapa hari belakang. Di sana pula engkau sendiri, Tulisan ini untuk para jiwa jiwa yang merasa sendiri, berlaku di atas muka bumi dengan balutan sepi. Terasing dan tak terdengar.
All Rights Reserved
#31
literature
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Inside Me [END]
  • Semu [Completed]
  • Sangkar si Biru [On Going]
  • Bungsu?! (Boboiboy Solar) [TAMAT]
  • Senja Yang Terlukis Di Doamu [ON GOING]
  • 31 Months for You (Revisi)
  • DENTING  [Revisi]
  • Rumah Tujuh Pintu [Boboiboy Elemental]
  • Gone(✔)🔚
  • Tell Me It's Okay !!! (END✔)

TELAH TERBIT || Part Masih Lengkap! -Terinspirasi dari kisah nyata penulis- *** Aku memang sedikit berbeda. Lalu mengapa? Bukankah aku juga manusia? Tentang rasa sakit yang terpendam, masih tersimpan di memori sebagai kenangan paling menyakitkan. Tentang bullyan, hinaan, dan depresi yang tak bisa kuungkap dengan kata-kata. Tak bisa kujelaskan karena lidahku terlanjur kaku. Ini bukan kisah cinta remaja SMA, bukan juga kisah CEO kaya dengan sekretarisnya. Sebuah tulisan keluh kesah, rintihan malam, dan doa. Sebuah perjalanan hidup yang penih kejutan dan air mata. Semoga, dengan ini, bisa menginspirasi. Hidup memang hanya sekali, ada kalanya kau jatuh dan bersedih. Namun, yakinlah pada suatu hal. Tuhan mencintai hamba-Nya yang sabar. *** Karya pertama jadi masih hancur, sudut pandang gado-gado. 😍

More details
WpActionLinkContent Guidelines