Story cover for The Endless Chapter [COMPLETED] by ZeemanSchyler
The Endless Chapter [COMPLETED]
  • WpView
    Reads 178
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 30
  • WpView
    Reads 178
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 30
Ongoing, First published Sep 01, 2019
Pernahkah sekali dalam hidupmu. Engkau merasa terbangun di pagi hari, mandi, makan dan beraktifitas seperti biasa. Berkerja, bersekolah , atau hanya diam saja.

Lalu perlahan senja mulai tenggelam, engkau kembali pulang ke rumah. Bersiap untuk tidur dengan bersandar di bantal memikirkan apa yang telah jiwa ini lalui sepanjang hari.

Hingga engkau sadar satu hal. Seharian tadi engkau sendiri. Berjalan sendiri, duduk di bangku sendiri, dan makan sendiri. Hingga tanpa sadar engkau menoleh beberapa hari belakang. Di sana pula engkau sendiri, 


Tulisan ini untuk para jiwa jiwa yang merasa sendiri, berlaku di atas muka bumi dengan balutan sepi. Terasing dan tak terdengar.
All Rights Reserved
Sign up to add The Endless Chapter [COMPLETED] to your library and receive updates
or
#219vote
Content Guidelines
You may also like
TIME will TELL {On Going} by bLuE096r
15 parts Ongoing
"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡
You may also like
Slide 1 of 10
Sangkar si Biru [On Going] cover
I'M HAPPY WITH YOU [TAMAT] cover
AREEN [the Queen of Azriel] cover
Bungsu?! (Boboiboy Solar) cover
DENTING  [Revisi] cover
Kisah Nyata Dalam Mimpi cover
Little Sister [Boboiboy Elemental] cover
LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG  cover
TIME will TELL {On Going} cover
Pelangi di Balik Hujan Rindu cover

Sangkar si Biru [On Going]

8 parts Ongoing

Sean Biru Angkasa namanya, entah minggu ke berapa di tahun ini. Rasanya sesak sekali. Sudah berapa kali gadis itu menangis? Entahlah, pun, tak akan ada yang peduli. Sudahlah, sekarang waktunya tidur, kedua adiknya juga harus masuk ke kamar untuk istirahat. Tapi, hey! Bagaimana cara menghentikan ini? Air asin ini terus mengalir dengan bodohnya, dadanya terasa sangat sesak. *** Ini bukan sebuah awalan, tetapi pertengahan kisah. Entah sejak kapan ini dimulai, tapi kuucapkan selamat datang. Selamat datang di 'Sangkar si Biru' yang sudah berkarat. Credit Cover by. IG@be_zzyl00 ~Chapter dengan judul berbahasa Inggris adalah side story. ~Jika ada keterlambatan up, dikarenakan kondisi mental author yang tidak baik-baik saja saat menulis. Silakan follow akun ini untuk melihat progres pembuatan. Kisah ini diubah sebagaimana mestinya agar tidak terlalu menunjukkan aksi self harm, kekerasan, dan kegilaan. Selamat Membaca.