We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Dream And Ice

Dream And Ice

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 9, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Aduhh, sakit! " tubuh seorang gadis berkulit pucat terpungkur ke lantai. "PUNYA MATA NGGAK!?" cowok dengan mata yang dalam berwarna hitam pekat meneriaki gadis yang jongkok dihadapannya. "Udahlah, Ka. Kan salah kamu juga. Main pabji sambil jalan" cowok yang berada tepat disamping Aska Dirgantara mencoba menenangkan sahabatnya. Aska tak mengindahkan ucapan Bima, ia memungut HPnya dan meninggalkan gadis itu, yang masih menunduk. "Syifa? Kamu Syifa kan? Syifa Luzira" gadis itu mengangguk, Bima mengulurkan tangannya, "Yuk bangun Fa, maafin Aska ya. Dia emang anaknya kayak gitu" Syifa meraih tangan Bima "Makasih, Bim. Aku duluan ya" Syifa melewati Bima dengan wajah lesu dan Bima membalikkan badannya, matanya tak berhenti menatap punggung Syifa, hingga... Akhirnya punggung itu menghilang, terhalang oleh dinding pembatas.
All Rights Reserved
#70
cintaanaksekolah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PUTRI ARABELLE DISELIMUTI AWAN
  • BIRA
  • AIRen
  • ADYRA
  • Arsyilazka
  • Coldgirl And Badboy [Completed]
  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)

Arabell yang masih diselubungi duka merasakan kebimbangan yang luar biasa saat ia kedatangan dua orang tamu yang tak dikenalnya sama sekali mengaku sebagai ayah kandung nya. Arabell terdiam mencerna apa yang dikatakan orang di depannya itu,memperhatikan berkas2 yang dibawa oleh orang tersebut dari buku nikah sampai akta lahir dia sendiri. Satu sisi ia menerima apa yang dikatakan mereka dan disisi lain ia menolak keras,mungkin saja kedua orang di depannya ini berniat jahat. Mereka mengaku sebagai keluarga membawa nya pergi kemudian menjualnya. ia bergidik ngeri memikirkan nasib kedepannya. "Apa kamu tidak mau memeluk adikmu Bima?" Thomas yang tau tatapan Bima menuju pada arabelle bertanya dengan senyuman. "adik!" seru Bima mengalihkan pandangan pada Thomas kemudian berganti lagi pada arabelle. "Adik ku hanya Mikael,adelard dan si curut itu. Aku gak punya adik perempuan dan bunda juga gak pernah melahirkan anak perempuan." Ujar Bima dengan santai. "Jaga bicaramu Bima!" Argani memperingatkan sang putra dengan tatapan yang serius. "kenapa? memang seperti itu kenyataan nya bukan." balas Bima dengan acuh kemudian berbalik meninggalkan meja makan. "Bim...."

More details
WpActionLinkContent Guidelines