Dream And Ice

Dream And Ice

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 9, 2019
"Aduhh, sakit! " tubuh seorang gadis berkulit pucat terpungkur ke lantai. "PUNYA MATA NGGAK!?" cowok dengan mata yang dalam berwarna hitam pekat meneriaki gadis yang jongkok dihadapannya. "Udahlah, Ka. Kan salah kamu juga. Main pabji sambil jalan" cowok yang berada tepat disamping Aska Dirgantara mencoba menenangkan sahabatnya. Aska tak mengindahkan ucapan Bima, ia memungut HPnya dan meninggalkan gadis itu, yang masih menunduk. "Syifa? Kamu Syifa kan? Syifa Luzira" gadis itu mengangguk, Bima mengulurkan tangannya, "Yuk bangun Fa, maafin Aska ya. Dia emang anaknya kayak gitu" Syifa meraih tangan Bima "Makasih, Bim. Aku duluan ya" Syifa melewati Bima dengan wajah lesu dan Bima membalikkan badannya, matanya tak berhenti menatap punggung Syifa, hingga... Akhirnya punggung itu menghilang, terhalang oleh dinding pembatas.
All Rights Reserved
#301
cintaanaksekolah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Because ILY [Completed]
  • DIFRAKSI
  • Masa SMA [Completed]
  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • Ketua PMR-ku
  • Allya Theo Perjodohan? [On Goingβ™‘]
  • PUTRI ARABELLE DISELIMUTI AWAN
  • AIRen
  • BIRA

Akhirnya pintu terbuka sempurna menampilkan Sadena yang tengah terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit penuh infus dan beberapa alat untuk membantu nya bernafas, Qalesya menarik nafas panjang setelah melihat cowok yang tengah tertidur di samping ranjang Sadena sambil memegang tangannya. Qalesya mematung di tempat membelalakan matanya apakah yang ia lihat ini sungguh sungguh. "Qalesya, sebentar tante bangunin dulu Ardano nya ya sayang" Ardano terbangun sambil mengucek mata nya tapi tangan kanan nya masih menggaet tangan Sadena. "Ss-Sya" Ardano mengerjap dan langsung melepaskan genggaman tangan nya, setelah itu ia beranjak bermaksud mendatangi Qalesya "Sya gu-gue" Ardano meneruskan langkah nya ke arah Qalesya yang membisu Qalesya cewek itu melangkah mundur dengan mata yang berkaca kaca, jelas sekali Ardano melihat mata cewek yang selama ini ia sayangi tengah berkaca kaca, tapi mengapa ia memperlakukan Sadena sebegitu nya? Qalesya memutar badan nya bermaksud ingin keluar dari ruangan itu tapi dengan cepat Aradano langsung menarik pergelangan Qalesya "Sya dengerin gue" Ardano tetap menahan Qalesya, ternyata dengan satu hentakan tangan Qalesya berhasil membuat tangan nya terlepas dari tarikan Ardano Cewek berseragam Sma itu berlari di koridor rumah sakit, baru beberapa langkah berlari air mata nya sudah berhasil lolos dan membasahi pipi nya Ardano cowok itu mengacak rambut nya gusar, kali ini adalah kali pertama Qalesya menangis karena tersakiti atas sikap Ardano. Tanpa pikir panjang Ardano langsung mengejar Qalesya "Sya dengerin gue dulu" "Apa? Lo mau bilang apa? Apa lo mau bilang ga ngabarin gue karena hp lo mati, ga bawa charger, lo seneng berduaan sama Sadena? Lo lupa sama gue? Oiya gue bukan siapa siapa lo juga ngapain lo harus ngabarin gue Duh Qalesya bego banget si lo percaya sama sumpah serapah cinta yang isinya bacotan semua"Qalesya menertawakan diri nya sendiri Qalesya "Sya Sadena itu.." ucap Ardano Langsung aja baca ceritanya yaaaaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines