RANTINI
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 2, 2019
Debu-debu di jalan beterbangan ditiup angin. Menimbulkan gulungan-gulangan udara kotor yang sangat menyesakkan. Kemarau melanda hampir sepanjang tahun ini. Harga beras naik, sayuran serta kebutuhan pokok lainnya juga ikut naik. Adalah Rantini seorang gadis keturunan Jawa, tengah asyik meyisir rambutnya yang hitam dan tebal. Aroma minyak kelapa menguar dari rambutnya yang lurus berkilau itu. Kebiasaan yang acap kali dilakukan Rantini seusai mandi. Musim kemarau yang mengganas, membuat sumur-sumur di desanya kering. Tapi tak begitu dengan sumur di rumahnya. Meski tak begitu banyak, namun sumur itu masih bisa mengeluarkan air.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secret Love Maze
  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • Perjusami Horor [Completed✓]
  • Istri Untuk Ndoro
  • My Duchess / End
  •  a girl's secret
  • INAMORATA(REYSAN)
  • DANADYAKSA
  • Apa Itu Cinta? (Completed)

Rumah di ujung desa ini sudah terabaikan. Lebih tua daripada tukang kebun yang memangkas tanaman liar di halaman dan taman yang ada disana. Pintunya sudah tak berupa pintu yang seharusnya. Tanaman rambat telah mengambil alih tugas si pintu untuk menjaga agar tidak ada orang yang sembarangan menginjakkan kakinya ke dalam rumah itu tanpa permisi. Gerbang yang semula berdiri kokoh dan besinya berwarna hitam garang, telah sepuh dan tak mampu menghalau anak - anak nakal yang sering kali datang untuk membuat rumah itu bertambah buruk. Kaca - kaca yang masih terpasang di jendela yang tingginya 5 meter biasanya jadi sasaran mereka jika bukan patung - patung di depan atau di samping rumah. Si tukang kebun tak bisa berbuat banyak mengenai hal ini. Usianya yang sudah memasuki masa penantian menuju akhirat itu tak bisa ia ajak untuk menghalau kenakalan anak - anak itu. Yang bisa ia lakukan hanya menghalau sebisanya dengan tongkat atau sapu yang biasa ia pegang. Lama - kelamaan gangguan - gangguan dari anak - anak nakal desa mulai berkurang seiring dengan persiapan memasuki tahun ajaran baru yang akan berlangsung sekitar dua minggu lagi. Setiap warga desa selalu membual tentang keangkeran rumah itu yang tersebar melalui atmosfer desas desus yang tersebar dari cerobong asap rumah tua itu. Mereka bilang rumah itu ada penampakan wanita memakai gaun pesta hitam, yang diasumsikan sebagai penampakan pemilik rumah yang bunuh diri saat ia menggunakan gaun pesta itu. Ada juga yang mengatakan jika mereka mendengar ada yang memainkan musik untuk berdansa di dalam rumah itu padahal di dalam rumah itu tidak ada siapa pun. Namun, bukan rumah dan tukang kebun yang akan ku ceritakan disini. Yang akan mengisi lembar cerita ini adalah pemilik rumah itu juga tentang kisah cintanya yang berakhir dengan tragis. Gerbang semu yang membuat penasaran semua orang tentang rumah ini akan ku buka perlahan agar kalian dapat melihat ke dalamnya dan memjawab rasa penasaran kalian mengenai tempat ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines