RANTINI
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 2, 2019
Debu-debu di jalan beterbangan ditiup angin. Menimbulkan gulungan-gulangan udara kotor yang sangat menyesakkan. Kemarau melanda hampir sepanjang tahun ini. Harga beras naik, sayuran serta kebutuhan pokok lainnya juga ikut naik. Adalah Rantini seorang gadis keturunan Jawa, tengah asyik meyisir rambutnya yang hitam dan tebal. Aroma minyak kelapa menguar dari rambutnya yang lurus berkilau itu. Kebiasaan yang acap kali dilakukan Rantini seusai mandi. Musim kemarau yang mengganas, membuat sumur-sumur di desanya kering. Tapi tak begitu dengan sumur di rumahnya. Meski tak begitu banyak, namun sumur itu masih bisa mengeluarkan air.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Alexithymia
  • Bertemu Bidadari
  • Sumilir [Selesai | Lengkap]
  • Apa Itu Cinta? (Completed)
  • Rainasta
  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • DANADYAKSA
  • Sang Juragan (Gibran Danuarta) 21+
  • INAMORATA(REYSAN)
  • My Duchess / End

Mendung membawa awan kelabu pada rona pagi hari. Suhu mungkin sudah turun beberapa derajat karena hawa dingin terus merayapi udara. Orang-orang berjalan dengan jaket yang ditutup rapat, mencoba tetap menjaga kehangatan. Termasuk dia. Dia keluar dari rumah, jaket ungu membungkus tubuh mungilnya, sambil mencoba merapikan rambut panjangnya yang dimainkan angin-padahal aku suka melihat helaian rambut indahnya itu bergoyang lembut kala angin berhembus. Dia berdiri di depan pagar rumahnya sambil melirik sekilas pada jam tangannya, menunggu seseorang. Setelah beberapa menit berlalu, sebuah motor berhenti di hadapannya. Dia pun menaiki motor itu, pergi meninggalkan aku yang terus melihat ke arahnya dari jendela kamarku, tanpa pernah dia ketahui.

More details
WpActionLinkContent Guidelines