Neo: The Lost Space

Neo: The Lost Space

  • WpView
    Reads 570
  • WpVote
    Votes 64
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Sun, Apr 5, 2020
Ketika sebuah hubungan berawal dari sebuah kegalauan terhadap kehidupan yang selama ini berjalan dan dipersatukan oleh sebuah tantangan di media sosial. Pagi hari, sebuah presentasi tentang alternatif paradigma pembangunan membuat seorang gadis menumpahkan air mata karena teringat kampung halamannya yang merupakan daerah pesisir. Setelah sekian lama terpendam, seorang pria dari masa lalu mengajaknya menjelajahi kampung halaman bersama. Pasangan penyuka wisata sejarah yang memandang sejarah dari disiplin ilmu yang berbeda. Ketika masih duduk di bangku SMA, mereka pernah mengikuti olimpiade sejarah bersama meskipun hasilnya berbeda. Setelah 2,5 tahun berjuang melanjutkan studi di tempat dan jurusan yang berbeda, keduanya menghabiskan liburan ke tempat-tempat bersejarah di kampung halaman untuk memberikan semangat melanjutkan sisa-sisa masa studi maupun inspirasi menata masa depan. "Kamu yang menemaniku menyambut dekade baru dengan berbagai hal yang terdengar baru di telingaku" ...saat kita menjelajahi masa lalu
All Rights Reserved
#78
liburan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?
  • Nostagia dalam perjalanan
  • Zero
  • Ken Umang dalam cinta Ken Arok
  • Meet The Past
  • 74/366
  • Jejak Waktu Di Batavia
  • Triangle 2
  • Silent Scars | Orine

Awalnya, Oline hanya menjalankan permintaan Delynn-mengantar Erine pulang, menemani jika Delynn tak bisa, memastikan gadis itu baik-baik saja. "Tolong jagain Erine ya, gue lagi sibuk." Itu yang selalu Delynn katakan. Dan Oline, sebagai sahabat, selalu menurut. Tapi lama-kelamaan, semuanya berubah. Erine bukan sekadar tanggung jawab yang Delynn titipkan. Setiap keluhan tentang Delynn, setiap panggilan malam yang meminta Oline untuk mendengar, setiap tawa, setiap tatapan yang tak seharusnya berarti apa-apa-perlahan, semuanya mulai mengisi ruang kosong dalam hati Oline. Dia tahu Erine masih mencintai Delynn. Dia tahu dirinya hanya tempat persinggahan saat Delynn tak ada. Tapi semakin lama, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kenyataan bahwa Erine selalu pulang padanya. Oline tak tahu sampai kapan dia bisa menahan perasaan ini. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya setiap kali Erine memilih meneleponnya daripada Delynn: Kalau Delynn tahu, dia akan marah nggak? Atau justru... dia memang tak pernah peduli?

More details
WpActionLinkContent Guidelines