LARA ( REVISIAN )

LARA ( REVISIAN )

  • WpView
    Reads 793
  • WpVote
    Votes 199
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 8, 2020
*PROLOG* Kisah seorang lelaki yang sedang mencari cinta sejatinya, alhasil ia menemukannya ketika sedang menyusuri penjuru dunia. Kemudian lelaki tersebut menjalin ikatan cinta dengan sosok perempuan tersebut. mereka menjalankan hubungannya selama setahun lebih. Tapi kala itu, ketika hubungan mereka menginjak satu tahun lebih. Hubungan mereka tidak baik-baik saja. Banyak Masalah yang harus mereka selesaikan bersama-sama. Namun dengan berjalanya waktu, hubungan mereka malah semakin hancur dan keduanya malah semakin menjauh. Lelaki itu, ketika berhubungan dengan sosok perempuan tersebut, ternyata telah di permainkan cintanya. Sangatlah sakit pastinya. Pada akhirnya bukan perempuan tersebut yang ia fikir adalah cinta sejatinya, namun perempuan tersebut adalah sosok perempuan yang telah menghancurkan hatinya. Ia pun memilih kembali berkelana menyusurin penjuru dunia, untuk melupakan masa lalunya yang kelam dan kembali mencari cinta. Senja dan Kau sama saja. Ketika ia memberikan keindahan pada semesta ini. Namun Hanya sesaat saja. Kemudian pergi dan menghilang. LANGSUNG BACA SAJA YU CERITANYA KAWAN-KAWAN YANG MENGAGUMKAN:) SELAMAT MEMBACA:)
All Rights Reserved
#753
poem
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cawa
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • AMERTA DALAM AKSARA
  • PACAR CUEK
  • After You, The Rain Felt Different
  • BERBEDA?
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • LED ASTRAY
Cawa

"Cawa" adalah kisah cinta yang tumbuh dari luka, bertahan dalam ujian, dan diuji oleh waktu serta jarak. Di balik senyumnya yang lembut, Cawa menyimpan dunia yang rapuh-masa lalu penuh luka, kehilangan, dan perjuangan yang tak pernah usai. Dan di sisinya, ada Iki, seorang pria sederhana dengan masa lalu yang keras, yang menjadikan cinta sebagai perjuangan, bukan sekadar rasa. Bagi Iki, mencintai Cawa bukan hanya tentang memiliki, tapi tentang melindungi, menjaga, dan memberi tempat paling aman bagi hati yang sudah terlalu sering terluka. Ia tidak hanya ingin bersamanya dalam tawa, tapi juga dalam tangis. Tidak hanya dalam senang, tapi dalam seluruh badai kehidupan. Kisah ini membawa pembaca menyusuri malam-malam kota, percakapan ringan penuh harapan, hingga tangis lirih dalam pelukan terakhir. Restu keluarga datang sebagai cahaya, tapi semesta tak pernah membiarkan cinta tumbuh tanpa ujian. Jarak, waktu, dan kesibukan perlahan menjadi jurang yang memisahkan, hingga keduanya mulai kehilangan sesuatu yang dulu sangat erat mereka genggam. Dalam keheningan pendakian gunung dan dinginnya malam, Iki menemukan ketenangan sementara dari luka yang tak pernah bisa ia ucapkan. Tapi satu hal tak pernah berubah-namanya masih Cawa. Dan rindunya, selalu mengarah ke sana. Cawa bukan hanya kisah cinta dua anak manusia. Ini adalah cerita tentang pengorbanan, kesetiaan, luka yang disembunyikan, dan harapan yang digantungkan pada langit yang kadang terlalu jauh. Sebuah kisah yang akan membuatmu diam, menangis, dan bertanya: Apakah cinta sejati harus selalu memiliki? Atau cukupkah dengan... tetap mencintai, meski dalam diam?

More details
WpActionLinkContent Guidelines