rajin beljaar

rajin beljaar

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 1, 2019
WpInfo
Non-Fiction
Hari Senin yang cerah. Setelah anak-anak upacara bendera, mereka menuju kelasnya masing masing untuk mendapat mata pelajaran dari guru. Hari ini ada mata pelajaran matematika, Bahasa indonesia, Bahasa Jawa, dan PPKN. Mata pelajaran pertama adalah matematika. Ibu guru menyuruh untuk mengerjakan halaman 5 sampai 6. Suasana kelas nampak hening ketika para siswa sedang mengerjakan soal. Kemudian setelah selesai, bu guru berpesan untuk mempelajari materi perkalian dan pembagian dengan soal cerita karena sewaktu-waktu bisa diadakan tes dadakan. Setelah selesai mendapat pelajaran di sekolah, para siswa pulang. Tika, Dwi, dan Rima pulang bersama jalan kaki karena jarak rumah mereka yang tak jauh dari sekolahan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dharma Sang Widya
  • Dia Pilot Tampan Ku (Chikara)
  • Ketos Park Jisung & Me
  • JUNI ( COMPLETE )
  • Teach Me With Love
  • Tibo Pati VS Kun Fayakun
  • tatapan pertama di pojok kelas
  • RIMBA MERUN

"Saya rasa, tak semua orang harus menguasai semua pelajaran. Tak seharusnya seekor ikan dilatih untuk memanjat pohon, dan berkicau bak seekor burung," ucap seorang siswi di ruang kepala sekolah Widya Dharma, sosok gadis rupawan, nan jenius. Pendiriannya yang selalu teguh, disandingkan dengan tingkat optimisme yang tinggi. Ia yakin, sistem pendidikan di Indonesia sudah seharusnya tak lagi menganut sistem pendidikan pada zaman kolonial, maka sistem ini sudah harus sirna dari tempat ia menuntut ilmu. Widya telah menyusun ribuan siasat bersama teman-temannya, untuk terjun ke dalam jurang perjuangan penuh jerih payah ini. Ia optimis, bahwa ia akan mendapat lampu hijau untuk menciptakan pembaharuan untuk Indonesia, dan melukis sejarah baru. Naas, ledakan angka penyebaran virus COVID-19 mengharuskannya untuk menjadi seorang introvert. Ia sangat menentang hempasan takdir ini. Namun apa daya, daun penopang optimisme Widya mulai mengering, dan hanya tinggal menyambut kedatangan takdir.

More details
WpActionLinkContent Guidelines