MEET YOU (AGAIN) [COMPLETED]

MEET YOU (AGAIN) [COMPLETED]

  • WpView
    Reads 400,408
  • WpVote
    Votes 1,648
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Sat, Jun 13, 2020
Shaleta, seorang gadis yang memiliki trauma dengan pernikahan karena pernah gagal menikah, oleh semesta kembali dipertemukan dengan Air, laki-laki dari masa sekolah menengah atas, yang menjelma menjadi bos besar di perusahaan tempatnya bekerja. Ada kisah yang belum usai di antara Shaleta dan Air. Lalu, bagaimana kelanjutan kisah keduanya setelah kembali dipertemukan sebagai bos dan sekretaris? Kennaya Shaleta Amabel : Meet you again. Apa memang takdir? Atau hanya sebuah kebetulan? Air Nakhla Adinata : When I meet you again. Aku sudah membuat janji tidak akan pernah melepaskan kamu lagi. Selamanya. 💘💘💘 Mohon dukungannya dengan meninggalkan jejak berupa vote dan comment. Vote dan comment, GRATIS! Mau, follow? BOLEH... Cover : Pinterest
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [End] Behind The Heart
  • Untuk, Arunika ✔ [PROSES TERBIT]
  • You are my love
  • Langit Senja (End)
  • Gue, Matcha dan si Mantan Stalker
  • My New Boss (Completed)
  • i hate you bossy!
  • (End) Ketika Hanya Hati yang Saling Bicara
  • The Sacrifice of Love (Xaqina Story)

[Romance] Follow dulu, baru dibaca. Avram Gian Pradipto -Dokter dengan tingkat kegagalan operasi 0%- Wanita itu melihatku tajam. Tanpa rasa terkejut, maupun cemas. Sebaliknya, ia balik tersenyum dan menunjukkan raut lega. Lalu pelan, bibirnya mulai berucap, "Tidak, terima kasih. Tapi, aku tidak ingin sembuh. Jadi, dok ... biarkan aku tetap sakit dan meninggal pada akhirnya." Galiya Mira Tabitha -Pasien dengan tingkat keinginan mati 100%- Pria itu melihatku bingung. Penuh rasa khawatir dan takut. Ia bertindak seakan dirinya adalah pasien dan aku sebagai dokternya. Lalu cepat, suaranya mulai kembali terdengar, "Saya tidak mengerti. Kenapa ... kenapa kamu bisa memiliki pikiran seperti itu? Kematian bukan sesuatu yang mudah. Dan saya ... saya tidak akan membiarkan kamu untuk meninggal. Tidak akan pernah." Bagaimana jadinya, jika seorang dokter yang selalu ingin menyelamatkan nyawa seseorang, bertemu dengan pasien yang tidak ingin diselamatkan? Akankah tercipta sebuah pengertian? Atau justru membentuk sebuah akhir menyedihkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines