Tanpa Status (Rumit)

Tanpa Status (Rumit)

  • WpView
    Reads 203
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 17, 2020
sengaja kumemilih warung yang bisa melihat dia yg kulihat tadi. Aku selalu memandanginya tanpa sepengetahuan dia, tapi ketikaku melihatnya untuk yang ketiga kalinya dia pun melihatku dan aku langsung membuang mukaku. "Mampus dia liat gua" (sambil pura-pura minum kopi) mungkin teman-temannya memeberi tahu dia kalau aku selalu mencuri-curi pandang ke dia. "Ya semoga ada jalan buat gua kenal dia" (Gumanku dalam hati) entah tuhan mendengar doaku atau apa, dia berjalan mendekatiku. "kayaknya mau ngajak kenalan nih dia" (Saking pedenya diriku) ternyata dia mau beli minum, kiraku dia mau ngajak kenalan. "hahaha" (tawaku dalam hati) ketika dia mau bayar spontan aku sebagai laki-laki menahannya untuk membayar. "eh gapapa gak usah biar gua aja" (sambil menahan tangannya) "ih udah jangan gak apa- apa" (katanya sambil menatapku) "udah gak apa-apa, sesekali" (kataku sembari diiringi senyum) "bener nih, makasih yah" "iyah, bareng-bareng" "kok bareng-bareng?" (kebingungan sambil menatapku) "yakan bareng-bareng itu sama artinya dengan sama-sama" (sambil tertawa kecil ) ia tertawa sebari menutupi mulutnya dan akupun senang bisa berkenalan denganya.
All Rights Reserved
#348
perempuan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Beautiful Sunset
  • my story
  • Happier Than Ever [COMPLETED]
  • Nata, De & Coco
  • Orang Ketiga
  • ALVIN (On Going)
  • Just Ordinary Love Of a Girl
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • pernah yang tak kan terulang kembali(love story from the author)
  • SECRET

DISCLAIMER! (Cerita ini sudah terbit duluan di KaryaKarsa dengan status COMPLETED dan aku membuat works di sini dalam rangka promosi sahaja. ) Aku pernah jatuh cinta padanya, dulu. Tapi, dia adalah suami dan ayah yang baik. Keluarganya harmonis, kisah cintanya adalah legenda di kalangan mahasiswa. Sosoknya sangat kharismatik, aku bahkan yakin bukan satu - satunya wanita yang mencintainya meski tahu ia adalah pria beristri. Kusimpan perasaanku rapat - rapat, namun sial, Alex mengetahuinya. Bertahun - tahun aku terbelenggu dalam perasaan terlarang dan hanya pada Alex aku berani terang - terangan. Terang - terangan cemburu saat ia memberikan senyum hangat untuk perempuan lain, padahal aku bukan istrinya. terang - terangan ngambek ketika ia tidak peka akan maksudku, padahal memang aku bukan siapa - siapa selain mahasiswanya. Kemudian, kami berpisah. Jalan hidup membuat kami tidak pernah bertemu bahkan sekedar untuk berpapasan di jalan. Waktu pun membuatku beranjak dari perasaan senyap itu, aku berkencan dengan beberapa pria kecuali Alex. Tapi dia selalu jadi orang pertama dan terakhir yang selalu membersamaiku di setiap momen. Entah itu momen saat aku putus, galau bahkan kesepian. Alex selalu ada namun kami tidak bisa bersama. Tuhan memang satu, kami yang tidak sama. Aku menjadikan Alex sahabat terdekat meski tahu perasaannya untukku sangatlah gamblang terlihat. Hingga hidup membuatku harus memutuskan untuk menjauh darinya juga. Di sinilah lucunya, berpisah dengan Alex terasa asing namun aku justru kembali bertemu dengannya. Dia, pria kharismatik yang juga adalah suami dan ayah yang baik. Rasa yang dulu pernah ada itu kembali berdegup untuk nama yang sama. Sial, rupanya selama ini aku tidak pernah melupakannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines