KHAYALAN KEMATIAN

KHAYALAN KEMATIAN

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 3, 2019
"Khayalan Kematian" Hujan rintik-rintik mengiringi langkahku menuju sebuah tempat dimana aku berlindung dari terik matahari dan hujan. Aku berjalan bersama sahabatku dengan sehelai daun pisang untuk berlindung. Dijalan kami berjalan dengan penuh riang gembira seakan lupa akan bahaya. Sambil bercerita dan bercanda kami pun sampai lupa memperhatikan keadaan sekitar. Tiba-tiba datanglah sebuah mobil dari arah depan. Dengan kencangnya mobil melaju sampai-sampai tidak sempat aku menghindar. Dan aku tertabrak oleh mobil itu. Aku tidak tau kejadian setelah itu. Aku seperti berada di taman yang sangat indah tetapi tidak ada seorang pun di sana. Dan aku juga bingung kenapa pakaian yang kukenakan serba putih. Tiba-tiba secercah cahaya menghampiriku dan memanggil-manggil namaku.Aku pun berjalan menuju cahaya itu. Kemudian terbangunlah aku dari tidur. Ternyata aku berada di rumah sakit. Entah itu mimpi, atau sebuah peringatan. Sejak kejadian itu aku tidak mau lagi bercanda gurau saat di jalan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nouveautés [𝐓𝐑𝐀𝐍𝐒𝐌𝐈𝐆𝐑𝐀𝐒𝐈 𝐄𝐍𝐃]
  • Lain Dunia (Tamat)
  • Hantu Naci Piuu! [END]
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • About This Life. (NEW)
  • Prambanan Obsession (END)
  • BATAS TAKDIR {On Going}
  • Jeritan Anak Broken Home 17+
  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)

Malam ulang tahun yang seharusnya biasa berubah menjadi petaka ketika Ashtaria dan Azura mengalami kecelakaan dalam perjalanan pulang. Namun kematian bukanlah akhir. Saat membuka mata, mereka justru terbangun di dalam dunia sebuah novel yang sempat mereka baca sebelum kecelakaan itu terjadi. Masalahnya, cerita tersebut tidak memiliki akhir yang bahagia. Dan seseorang di antara mereka seharusnya sudah ditakdirkan untuk mati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines