Story cover for Through Life by Raayluch
Through Life
  • WpView
    Reads 374
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 19
  • WpView
    Reads 374
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 19
Ongoing, First published Sep 02, 2019
Hidup mengajarkan banyak hal, mulai dari berjuang untuk hidup, healing self, self love, fight with our dark shadow, dan lainnya. Ada waktunya dimana kita benar-benar merasakan kebahagiaan sampai dimana kita merasakan hidup dengan keputus-asaan dan kesedihan mendalam, dan terkadang mungkin  merasa bahwa hidup tidak berarti apa-apa, merasa kosong dan hampa. kebahagiaan hanya terasa sebentar dan selanjutnya hanya dipenuhi dengan kesengsaraan  yang dirasa tak kunjung henti. Berkelahi dengan keadaan dan bertahan di dunia tidaklah mudah, banyak dari mereka yang tidak mampu akhirnya terkalahkan dan memilih akhir hidup yang tragis.
Ini Kata ku mewakilkan kalian yang mungkin merasakan hal yang sama.

Karya pertama :D mohon dimaafkan jika ada salah dalam penulisan atau penulisan kurang nyambung hehe.
All Rights Reserved
Sign up to add Through Life to your library and receive updates
or
#28inspirational
Content Guidelines
You may also like
ENDLESS SUFFERING [β€’Halilintarβ€’] Empire Era by RedFlash_Nana
70 parts Ongoing
Bagaimana perasaan mu ketika kau hanyalah bocah polos tak berdosa berumur lima tahun , bukannya dibawa ke taman bermain penuh keseruan , tapi ke medan perang tempat mayat tergeletak sejauh mata memandang , tempat dimana kaki mu tak luput dari darah yang tergenang , dan tangan kecilmu menggenggam erat pedang ; dengan alasan berjuang demi tanah kekuasaan. Itulah yang Halilintar rasakan. Tak bisa dipungkiri jika dunia yang tak adil selalu memihaknya , memberatkan pundaknya , dan membebani jiwanya. Tidaklah salah ketika Halilintar sendiri bilang ia ingin menyerah , tapi apa? Ia tak berhenti melangkah karna apapun itu , selalu ada hal yang membuatnya harus dan harus untuk memenuhi segala hal. Dia hanya bocah kecil , yang dijadikan lelucon oleh semesta , dijadikan badut oleh dunia , dimana penderitaan itu , seolah tampak lucu dimata orang yang tak tau seberapa tebal topeng diwajahnya. Namun apa? Tak berhenti disitu , tak hanya fisik , mentalnya juga membeku ; mati dihantam tiap hitungan waktu. Tapi lagi lagi , tubuh itu bangkit setelah jatuh.. "Nyawa ayah prioritasku" "Jangan berpura pura , ibu. Jujur lah dalam membenciku" "Jangan bermimpi.. Aku tak pantas disebut kakak" "Aku mati pun , tak ada pengaruhnya untuk hidup kalian! Aku akan mati bahkan sebelum tangan kalian kotor oleh darah ku" "Jangan khawatir , aku sudah terbiasa" " ..... Benar benar terbiasa" Dan dibalik semua itu , ia tak sendirian. "Benar kan~Tuan~?" WARNING!! *KARAKTER DISINI MILIK MONSTA , ENDLESS SUFFER HAHYA MEMINJAM KARAKTERNYA SAJA (ADA BEBERAPA TAMBAHAN KARAKTER DARI AUTHOR) *DILARANG COPY KARNA SAMA DENGAN MENCONTEK! DIDUNIA DIMARAHI MASYARAKAT , DIAKHIRAT DIMARAHI MALAIKAT! *SILAHKAN BERI SARAN DENGAN SYARAT : SOPAN , TIDAK BERTELE TELE , DAN DENGAN BAHASA INDONESIA TENTUNYA *JANGAN LUPA VOTE DAN IKUTI TIAP BAB , OKE!?
You may also like
Slide 1 of 8
Just Words cover
ENDLESS SUFFERING [β€’Halilintarβ€’] Empire Era cover
πƒπˆπ€ππ“π€π‘���𝐀 πŠπ„ππ„ππ‚πˆπ€π [βœ“] cover
Ruang Hidup (SUDAH TERBIT) cover
π“π‘πž 𝐒𝐒π₯𝐞𝐧𝐭 π€π§π πžπ₯ || π‡π€π‘π”πŠπ˜π” cover
Pause Sebentar, Dunia cover
Kehidupan Yang Saya Lihat (END)  cover
Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End) cover

Just Words

72 parts Complete

Hanya gambaran perasaan yang coba dituangkan lewat tulisan. Tidak bermaksud menyinggung, melukai atau bahkan membawa luka lama dari masa lalu. Aku pernah mengalami, dan mungkin kau pun pernah. Kecewa, marah, terluka, sedih, benci, kehilangan, dikhianti, ditinggalkan, dicampakkan, semua hal yang membawa luka dalam. Mari kita ikhlaskan saja apa yang sudah terjadi. Terima saja, cobalah menjalani, disaat kau sudah terbiasa maka luka itu tidak akan terasa sesakit dulu lagi. Karena kau butuh kedamaian dan lembaran baru. Love yourself.