Malam terakhir bersama ayah dan bunda

Malam terakhir bersama ayah dan bunda

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 6, 2019
Namaku adalah Ucup,anak pertama sekaligus anak tunggal ayah dan bunda, Aku berasal dari keluarga yang sangat berkecukupan dan juga harmonis. Ayah dan Bundaku tidak pernah bertengkar apalagi memarahiku. Karena itulah aku sangat sayang kepada ayah dan bundaku, dengan hal itu tidak membuatku sombong, kata bundaku sombong itu sangat di benci Tuhan. Disaat aku sedang berkumpul bersama ayah dan bunda sedang berkumpul di ruang keluarga, tiba" ada orang yang mengetuk pintu rumahku. Aku di suruh ayah untuk membukakan pintu pada saat ku buka pintu rumah ku...dan ternyata orang yang mengetuk pintu rumah ku itu tidak ku kenal. Dan orang itu langsung mengeluarkan senjata tajam (sajam) ke arahku lalu aku pun teriak sampai" ayah dan bundaku mendengar teriakanku dan mereka pun langsung keluar ke ruang tamu untuk melihat apa yang terjadi ternyata mereka adalah perampok yang ingin merampok rumahku. Sekelompok prampok itu langsung masuk ke dalam rumah ku dan membunuh kedua orang tua ku. Beruntung aku bisa selamat dari sekelompok prampok itu. Aku sangat sangat sedih sekali tetapi bukan karena harta benda di rumah ku di rampok tetapi aku sedih karena kedua orang tua ku tewas. Dan pada malam itulah malam terakhir ku bersama ayah dan bunda. Sekian terimakasih
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Home?
  • Cinta Sang Prajurit 2 : Seragam Berdarah (End)
  • between love and edelweiss 2 [END]
  • THE UNYIELDING  [END]
  • Just Step Sister
Home?

Bagi mereka Rumah adalah tempat ternyaman. namun bagi ku Rumah adalah Neraka yang menyeramkan. "Ayah memang pahlawanku tetapi aku tidak mengakuinya, aku memang membencinya tetapi aku mencitainya, di kala ayah tidak mengakui aku aku merasakan sakit yang dalam dan aku terus berpikir apa aku hama di keluarga Nugroho sehingga ayah tidak sudi mengakui aku sebagai anaknya?" - Laura Putri Nugroho ini cerita murni dari aku ya, maaf kalo ga nyambung soalnya baru pemula hehe!.

More details
WpActionLinkContent Guidelines