√Rauzan√

√Rauzan√

  • WpView
    Reads 120
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 3, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Rauzan...adalah laki-laki misterius yang aku kenali saat pertama kali aku pindah ke Indonesia, saat itu aku sedang bermain dibelakang rumah yang baru orang tuaku beli, rumah besar dengan gaya klasik yang kental. ketika sedang asik membuat mahkota bunga tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang diperkirakan seumuran denganku, dia berjalan kearahku dengan senyum manis di bibirnya. "hai, kamu anak baru?" tanyanya membuatku bingung, jujur aku belum bisa bahasa indonesia waktu itu. "Sorry?" Ucapku kebingungan. al-hasil kami terdiam sampai petang dan memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing sebelumnya kami sempat melempar senyuman. hingga akhirnya aku dan Rauzan tumbuh besar bersama....suatu hari aku menemukan rahasia terbesar rauzan, sungguh rahasia ini sebelumnya tidak pernah ada yang tau, kecuali Tuhan dan orang tua Rauzan...bahkan kalianpun tidak akan tau. ---------------------- PLAGIAT MUNDUR JAUH-JAUH:') ©SANSANSITI 03-09-2019
All Rights Reserved
#407
dandelion
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)
  • Draco Oculos [Slow Up]
  • ARABELLA: The Rose Chapter (TERBIT)
  • VERDICT FOR HALYCON (END)
  • BEST OF US - TERBIT CETAK
  • Your Converse#Wattys2019
  • SHADOW LEDGER [ON GOING]
  • Tolong, Aku Masih di Sini
  • ATANIA Daughter Of Goddes
  • KAZUNA

Pernikahan Jamila Istari (30) dan Nadiem Arif Prakoso (38) sudah tiga tahun kandas, huru-hara dipicu oleh ketidak puasan Ami yang merasa kurang segala-galanya. Di zaman ini, di ekonomi yang begini, dia harus bertahan dengan Nadiem yang luntang-lantung setelah bisnisnya gulung tikar? Yang benar saja! Ami itu high maintenance! Belum lagi dia juga ikut menanggung hutang ibunya. Plus, ibu dan kakak Nadiem yang pelit pula. Di bayangan Ami, terbebasnya ia dari Nadiem bisa membuat kehidupannya lebih baik. Kenapa tidak? Toh, Ami punya gelar, kompeten, supel, cantik, ada pula harta gono-gini yang harus Nadiem berikan untuknya. Sudah sangat amat cukup, Ami bisa bekerja lagi dan menikmati uangnya seorang diri. Tapi nyatanya, tidak. Tiada beda, justru lebih berat, lebih parah, lebih menjengkelkan. Ami pusing, mual, mumet, apalagi setiap kali putrinya, Kanaya yang masih berusia tujuh tahun itu merengek-rengek ingin bertemu si Papi. "Mami ayooooooo! Kita cari Papi, aku mau Papi, kangen Papi, mau ketemu Papiiiiii!" "Papi kamu udah punya anak baru." "Haaaa! Mamiiiiii!" Rasanya Ami ingin menjerit dan bergulung-gulung saja!

More details
WpActionLinkContent Guidelines