Angin timur dan anjing pincang

Angin timur dan anjing pincang

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 4, 2019
WpInfo
Poetry
Tagspuisi
* Angin timur dan anjing pincang * angin timur sudah sampai. dari balik jendela ia memainkan biola desirnya menggugurkan daun daun mengeringkan sungai sungai. Mematikan jangan. Kau akan mati kedinginan tetaplah di dalam berselimutlah dalam doa dengar. Lolongan anjing pincang itu suaranya tembus ke gunung menyusul komplotannya di kegelapan saling bersahutan di bawah purnama di balik cemara di akar akar pepohonan. Mencekam lihat. Tangisan anjing tua itu memilukan anaknya mati ditikam melodi Anjing pincang itu lari dari buruan tertinggal kawanan merintih. Bau amis darah mengental Gawat ia semakin dekat jangan keluar aku. Sudah mati di bawah jendelamu Bandar Lampung Agustus 2019 Ibnu Kho"tomi" #pahlawanberkoreng
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kesabaran Seorang Istri
  • 1000 Syair Puisi Jalanan
  • Pagi
  • I'M HURT!
  • Hujan (Completed)
  • Coretan Kecilku Untukmu #wattys 2019
  • Assalamu'alaikum Kekasih Halalku
  • TAKDIR
  • Still The Same

"Tidak masalah kau tak anggap aku ada, tidak masalah kau tak anggap aku istri tapi jangan kau torehkan luka di hatiku ini apa kesakitan ku kebahagiaan mu sampai kau menyakiti ku sedemikian rupa". * Aisyah Quratu'ain* "Entah apa yang ada di hati dan otakku dari awal aku memang salah, aku membenci kesalahan itu sampai aku buta hati dan selalu menyalahkan mu menyakiti hati maupun fisikmu tanpa alasan." *Dirga Putra Pratama* (Ini cerita dewasa yah yang masih balita atau di bawah umur di harapkan jangan baca cerita saya 😁)

More details
WpActionLinkContent Guidelines