MAHONI
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 7, 2019
"Menurut kamu, pohon apa yang paling romantis di dunia?" Tanyanya tiba-tiba. "Mm, apa ya? Pohon sakura?" Jawabku asal. Dia tertawa kecil, "Abis nonton drama apaan tadi malem neng?" katanya meledekku. Aku berhenti. Berpura-pura merajuk, yang membuatnya menoleh kebelakang. "Ih, jangan ngambek gitu dong, aku cuma becanda kok." Ujarnya sambil tersenyum. Aku masih diam, enggan mau melanjutkan percakapan, hingga akhirnya ia bicara lagi. "Bagiku, pohon yang paling romantis itu adalah pohon mahoni." Kali ini ia yang berhenti. Menunjuk pohon mahoni di belakang kami. Lalu menatapku. Tatapan yang sulit sekali dijelaskan. "Mahoni? Ih, pohon nya seram tau. " "Pohon mahoni jadi saksi bisu kisah kita. Ingat pohon mahoni di samping fakultas? Sembilan tahun yang lalu, pertama kali kita berinteraksi di bawah pohon mahoni, aku nembak kamu juga disana. Dan hari ini, pohon ini juga yang akan menjadi saksi..." ia berhenti sejenak, membiarkan katanya menggantung disana, lalu ia mengeluarkan sebuah kotak dari saku jubah dokternya, dan perlahan meraih jemariku. Banyak sekali hal yang melintas dikepalaku saat ini, aku seperti tertampar oleh satu kenyataan yang amat menyakitkan. Dadaku sesak, aku tergugu dalam diamku. Tapi inilah nyata yang harus kuterima, aku tak boleh membiarkan diriku jatuh semakin dalam. Perlahan kutarik kembali jemariku. Semampuku menahan air mataku agar tak tumpah. "Azzahra... " Bukan, bukan aku. Aku sama sekali tak ingat. Karna aku bukanlah Azzahra yang kamu maksud. Sekuat tenaga aku berusaha tersenyum. "Aku mau pulang." Ujarku.
All Rights Reserved
#575
destiny
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • Love In Profession[End]
  • The Heartbeat [ Completed ]
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Regrets of Love
  • Rayuan Cinta Sasha ᴱⁿᵈ
  • Memories in Moon
  • Hilang 2
  • My Husband My Doctor | TAMAT

"Yang nggak pernah benar-benar selesai, justru yang paling susah dilupakan." - Nayyara Tujuh tahun. Itu waktu yang Nayyara habiskan untuk mencoba sembuh-dari luka yang bahkan tak sempat diberi penutup. Luka yang diam-diam ia bawa sejak bangku kuliah kedokteran, hingga kini menyandang gelar spesialis. Luka bernama Adrian Baskara-mantan yang pergi tanpa kata, tanpa perpisahan. Hanya hilang. Begitu saja. Sialnya ketika ia merasa telah pulih, semesta mengajak bercanda. Sebuah mutasi mendadak menjatuhkannya dari puncak karier di rumah sakit elit Jakarta ke pelosok desa di Jawa Tengah. Desa asing yang lebih percaya ramuan dukun ketimbang resep dokter, lebih patuh pada mitos ketimbang medis. Nayyara datang sebagai penyintas-asing, tersesat, nyaris patah. Tapi ia bertahan. Ia belajar hidup dari nol. Ia kira, itu sudah cukup berat. Sampai... Adrian muncul. Kini pria itu berdiri di hadapannya-dengan senyum sabar, tatap mata yang dulu menenangkan, dan seorang anak kecil yang tak sengaja memanggilnya, "Ayah." Nayyara ingin pergi. Meninggalkan desa ini. Menjauh dari kenangan yang kembali bernyawa. Tapi hati bukan peta yang bisa digariskan lurus-lurus saja. Luka lama belum sembuh, rahasia lama belum selesai. Dan pertanyaan itu terus menghantui: Kenapa Adrian pergi tanpa pamit dulu? Dan... kalau cinta yang lama mati ternyata belum benar-benar terkubur, bisakah Nayyara mencintai lagi-tanpa takut patah untuk kedua kalinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines