Bulan Bintang

Bulan Bintang

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 11, 2019
Sebuah cerita yang mengisahkan tentang Bulan yang ingin seperti Bintang. Seperti kebanyakan remaja pada umumnya, Bulan juga ingin hidup bahagia tanpa ada yang membuatnya tertekan. Bulan adalah gadis cantik berlesung pipit yang sangat ceria dan mudah bergaul. Tapi semenjak kematian ibunya, Bulan menjadi anak yang sangat pendiam dan tertutup. Bahkan dia juga sering di bully oleh teman sekolahnya karena isu negatif tentang ayahnya. "Jangan ganggu Bulan!" -Bulan Rastanti Agatha Bintang Adytama. Cowo ganteng dan keren yang selalu membully Bulan. Dia termasuk most wanted di SMA Garuda. Tiada hari tanpa membully Bulan. Baginya, membully Bulan adalah kegiatan yang sangat menyenangkan. Melihat Bulan menangis karena di bully adalah kesenangan tersendiri untuknya. "Mampus lo! Dasar cupu!" -Bintang Adytama Penasaran sama ceritanya? Langsung baca aja ya^^
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WUNDE ( Selesai )
  • BULBUL! [END]
  • Bulan & Bintang [TELAH DITERBITKAN]
  • Musuhku Sahabatku
  • Anggara ✔
  • Bulan dan Bintang
  • 𝐁𝐮𝐥���𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐭𝐞𝐧𝐠𝐚𝐡 𝐋𝐚𝐧𝐠𝐢𝐭
  • Bulan untuk Bintang (Morning) ✔️
  • BULAN (On Going)
  • My Beloved Enemy

🥀Wunde dalam bahasa Jerman, berati Luka.🥀 Ini hanya secarik kisah tentang Alana Audreleya, seorang gadis yang tak pernah di berikan sedikitpun kekuatan untuk melawan kerasnya semesta. Dan suatu malam, dia di pertemukan dengan -Gevandra- lelaki yang selalu membuatnya merasa lebih hidup. Walau pada akhirnya, Gevandra pula yang memberikannya luka begitu mendalam. Karena dari segi manapun, mereka berbeda. Mereka memang berada di Amin yang sama, namun dengan Iman yang berbeda. Mereka kecewa, akan tetapi, mereka tidak bisa menyalahkan takdir. Karena mungkin itu memang yang terbaik menurut sang pencipta. Sampai akhirnya, satu persatu orang yang Alana sayangi, pergi meninggalkannya. Lalu, haruskah dirinya melawan kerasnya semesta sendiri? Atau justru pasrah untuk terus terhanyut dalam kesendirian? "Aku bersyukur dipertemukan denganmu, walau kau hanya singgah, bukannya menetap. Karena bagaimanapun, kita bagaikan Istiqlal dan Katedral. Saling berdampingan, tetapi tidak bisa bersatu." - Alana Audreleya. Start : 11 maret 2021 - Natasya Salvia

More details
WpActionLinkContent Guidelines