Claudya
  • WpView
    Membaca 185
  • WpVote
    Vote 25
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Jul 7, 2020
"STOP ...!" teriak seorang wanita dari arah pintu gedung dimana tempat acara pernikahan diselenggarakan. Mendengar teriakan itu, sekarang semua mata tertuju kearah suara itu. Sumua tamu nampak bingung dengan apa yang terjadi dan bertanya-tanya siapa gerangan orang yang menyuruh acara diperhentikan. "Alma," desis Pak Burhan Papa dari mempelai laki-laki. "Kak Alma," desis Mama dan Papa mempelai wanita. "Ibu," Claudiya menatap heran ibunya. Wanita terus berjalan kedepan dimana mempelai wanita dan pria sedang menatap bingung kearah wanita itu. Sekarang jelas diraut wajahnya wanita menggambarkan kekhawatiran. Saat sampai dekat mempelai Alma langsung disambut oleh Tamu yang menjadi Mama angkat Claudiya. "Ada apa kak, kenapa Kakak suruh berhenti pernikahannya?" tanya Rani tampak bingung melihat tingka Alma. "Rani, pernikahan ini tidak bisa terjadi," jawab Alma dengan meneteskan air mata melihat anaknya. "Kenapa Kak?" "Iya, kenapa Bu? Kenapa pernikahan kami tidak boleh terjadi?" tanya Calaudiya nampak bingung. Sedang Bram hanya menatap Ibu mertuanya bingung. "Pokoknya pernikahan ini tidak boleh terjadi, kalo kalian tetap bersikeras ini terjadi maka malapaka akan menimpa kalian. Kalian akan dikituk Tuhan," jelas Alma histeris. "Jelaskan pada ku Bu kenapa?" "Alma menatap kearah Burhan yang sekarang ini juga lagi gelisah, "kalian tidak ditakdirkan bersatu, maafkan Ibu. Hiks ... hiks ... hiks... karna kalian ... karna kalian ... sedarah nak ...." Semua orang mendengar penjelasan Alma nampak syok. Mereka saling berbisik, kenapa ini bisa terjadi?" "Iya, nak kalian sedarah yang berarti kalian saudara kandung," Alma menambah penjelasannya. "Kenapa sampai bisa Bu, aku belum mengerti," Claudiya nampak lebih syok mendengar penjelasan ibunya. "Klo Kalian tidak percaya coba tanya pada dia," Alma menjuk kearah Burhan yang saat ini menunduk saja. "Pa apa benar pa yang dikatakan Ibu?" tanya Bram pada Papa, tapi papanya hanya mengangguk saja membenarkan penjelasan Alma.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Our Mistake
  • Mertua Ku Suami Ku 21+
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • Angel To Raya (END)
  • Mutiara Hitam
  • Kawin Gantung(SELESAI)
  • Linting Geminting21+
  • Kami yang Berdosa
  • ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]
  • Dendam Cinta Sehati

Seluruh anggota keluarga dibuat terkejut kala mengetahui Alena mendatangi klinik untuk melakukan aborsi demi menggugurkan janin yang tengah bersemayam di rahimnya. Mereka tak ada yang tahu kalau Alena tengah hamil mengingat gadis itu memang belum menikah. Saat Raihan-papanya bertanya siapa laki-laki yang telah menghamilinya pun, Alena hanya bisa bungkam seribu bahasa. Hingga akhirnya seorang laki-laki yang merupakan sepupu tak sedarahnya berkata ingin bertanggung jawab. Alena tak tahu harus bagaimana. "Lo udah punya pacar, Ar! Dan pacar lo itu, anak dari sahabat nyokap lo sendiri. Lo nggak mikir, apa yang bakal terjadi, kalo mereka tau, lo ayah dari anak gue, HAH?" Lelaki itu hanya bisa terdiam. Sama seperti Alena, ia juga kebingungan. Sebab, janin dalam perut Alena ada karena kesalahan tak disengaja. Apalagi ia memiliki Liora, kekasihnya yang merupakan anak dari sahabat mamanya, tante Anya. Apa pun yang akan Arden pilih, pasti ada risiko untuk melukai salah satunya. Ia mencintai Liora, tapi Alena sedang hamil anaknya. Hingga kenyaatan lain terasa kian menghantamnya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan