Suara Hati

Suara Hati

  • WpView
    Reads 1,443
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 57
WpMetadataReadComplete Sat, Jan 16, 2021
"Menulis adalah sebuah ungkapan hati seseorang yang menuangkan perasaan mereka yang tak terucapkan "Sebatas rasa dengan sebait kata" Penasaran tentang suara hati?? Suara hati adalah rasa batin yang ingin didengarkan tapi tak mampu untuk menyuarakan. Oleh karenanya dengan tulisan ini mungkin bisa mewakili suara hati kalian... Tentang asumsi rasa yang tak terselesaikan Tentang suara hati yang terus terpendam Tentang kenangan, yang kini menjadi angan Tentang aku, kamu, dan dia Tentang kitaa, iyaa kita berdua So, happy reading and enjoy it☺
All Rights Reserved
#3
quotesindo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • Happier Than Ever [COMPLETED]
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]
  • Rindu yang berjarak
  • DikaRanggi
  • You are in my past and my future [END]
  • CERPEN (END)

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines