Doctor Married Cold Girl

Doctor Married Cold Girl

  • WpView
    Bacaan 288,175
  • WpVote
    Undian 9,208
  • WpPart
    Bahagian 23
WpMetadataReadMatangSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Ahd, Ogo 6, 2023
Apa jadinya jika seorang gadis yang tidak suka diatur dipertemukan dengan pria dewasa yang hobi mengatur dan selalu posesif padanya. *** "Berhenti melawanku, menikahlah denganku atau aku akan membuatmu mengandung darah dagingku saat ini juga." bisik Arsean dengan penuh penekanan ditelinga kiri gadis itu. Ia memegang kedua tangan Alina dan semakin merapatkan tubuhnya . "B-Berengsek... " umpat Alina. Mendengar umpatan gadis itu, Arsean hanya menyeringai di leher Alina. "Pilihlah!" bisiknya rendah dengan tangan kiri yang perlahan-lahan turun menarik kaki Alina agar sedikit terbuka. Alina yang merasakan itu pun sangat panik. ⚠️ Warning 18+⚠️
Hak Cipta Terpelihara
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

You may also like

  • STONE HEART
  • You are my love
  • Behind The Mask » Obsession Series✔
  • Backstreet
  • FORBIDDEN ROSES [STEP BRO-SIS]
  • Kembar tapi berbeda (TAMAT)
  • 100DAYS WITH THE DOCTOR [END]
  • Possessive Cold Hearted CEO ✓ | #Wattys2019 (PREVIEW)
  • Married For Stimulate

(MATURE CONTENT!! PLEASE CHOOSE YOUR STORY CAREFULLY) She fits the minorities. In some ways. Dia tidak memahami ide pernikahan. Dia tidak suka anak kecil. Dia tidak suka tangisan. Dia memandang romansa sebagai hal yang menjijikkan dan tidak masuk akal. Lalu bagaimana jika seseorang pernah berada pada masa itu lalu berhasil keluar? Keluar? Ataukah masa itu adalah masa-masa penuh kebebasan? Lalu apa yang membuatnya berubah pikiran dan malah mengejar perempuan dengan pemikiran yang sama sepertinya dulu? ---------- "Kata siapa nggak cocok? Kamu itu perempuan yang paling cocok dijadiin istriku. Satu keluarga besar udah setuju, aku juga cinta sama kamu. Kurang apa lagi?" "Kurang make sense." "Dibiasakan dulu biar kita jadi common sense." "Bisa gitu?" "Bisa dong. Kamu sama aku menikah aja bisa. Ya, kan?" "Bodo lah." Dripping water hollows out stone, not through force but through persistence. -Ovid

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi