MALAM
  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 7, 2019
WpInfo
Fiction
Social Themes
Entah sejak kapan aku mulai menyukai keduanya, Ketahuilah dua hal itu yang selalu kutunggu dan kucari kehadirannya. Untukku mereka adalah sebuah keajaiban yang pernah tuhan berikan. Indah dan menakjubkan. Ia hadir menjadi penyemangat baru ketika aku mulai merasa lelah. Ia hadir menghangatkan ketika hatiku mulai terasa sunyi dan dingin. Ia hadir menjadi cahaya yang begitu menerangi di kala duniaku mulai terasa meredup. Dia hadir ketika Fajar mengganti Malam ,dan dari situ juga mulai muncul banyak sekali pertanyaan dalam benakku tentang fajar dan senja yang tak pernah ku mengerti. Terutama perbedaannya
All Rights Reserved
#236
suamiistri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Sepertiga Malamku
  • senja di matamu
  • Kekasih Impian✔
  • Dia dan Doa
  • Hijrahku Mempertemukan Kita
  • Amor (New Version)
  • Senja merindu fajar
  • Jodohku Maunya Kamu
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia

UTAMAKAN VOTE!! baca dari prolog, jangan di skip yaa!! Di saat dunia terlelap, ada hati yang tetap terjaga. Bukan karena insomnia, tapi karena rindu yang hanya bisa disampaikan lewat doa. "Di Sepertiga Malamku" mengisahkan tentang Adiva, seorang santri perempuan yang menyimpan rasa cinta dalam diam. Cintanya bukan cinta biasa ia tak pernah berani menyentuh, hanya menitipkan lewat sujud dan air mata. Rayyan, lelaki yang menjadi arah rindunya, hadir seperti mimpi yang terlalu indah untuk nyata. Dalam hening malam, dalam setiap istikharah dan sujud panjang, Adiva belajar bahwa mencintai bukan soal memiliki tapi soal merelakan, dan percaya pada takdir nya. "Aku akan selalu menyebut namamu di dalam doaku dan di waktu sepertiga malamku." ~ Adiva Nazia "Ya Allah, jika dia memang takdirku, dekatkanlah hatinya kepadaku dengan cara mu yang paling indah." ~ Muhammad Rayyan Al Izyan Apakah doa yang dipanjatkan dalam diam bisa mengetuk takdir yang telah digariskan? Atau mereka hanya ditakdirkan untuk saling mendoakan, bukan untuk saling memiliki?

More details
WpActionLinkContent Guidelines