Story cover for Love Its True by NsCyz_
Love Its True
  • WpView
    Membaca 251
  • WpVote
    Vote 25
  • WpPart
    Bab 6
  • WpView
    Membaca 251
  • WpVote
    Vote 25
  • WpPart
    Bab 6
Bersambung, Awal publikasi Sep 06, 2019
~

"GUE SUKA SAMA LO CAROLYN ALODIE! "

Dibawah derasnya hujan, Nathan menyatakan perasaannya secara terbuka kepada Carolyn, sahabatnya yang berhati batu.. tidak bisa merasakan apa itu cinta dan menganggap bahwa cinta adalah hal yang konyol. 

Tidak ada respon, gadis itu jatuh terkapar di tanah dengan wajah yang memucat. 

Carolyn mendengar, ia merasakan detak jantung Nathan yang sangat cepat ketika memeluk dan menyatakan perasaanya, namun ia tidak berani untuk membalas perasaan Nathan. 

"Beri gue waktu buat memahami definisi cinta yang sebenarnya Nat, sorry.." ucap Carolyn dalam hati dengan satu tetes air mata yang jatuh.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Love Its True ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#325truelove
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME) oleh BetaRizki
6 bab Lengkap
Tepat di depan mata. Raiya seakan membeku disana, matanya nggak terlepas dari mobil yang baru saja terlempar tepat di depannya. Entah kenapa keadaan seolah semakin mendramatisir, hujan turun dengan derasnya sore itu, memadamkan api yang berasal dari ledakan mobil di depannya. Suara sirine ambulans saling bersautan dengan suara sirine mobil polisi, keadaan semakin kacau. Beruntung, yah Raiya bersyukur seseorang yang berada di dalam mobil itu sudah diselamatkan sebelum mobil meledak. Dan seketika itu pula, tubuh Raiya langsung limbung terjatuh begitu saja, isakan tangisnya semakin jelas terdengar meski di bawah guyuran hujan. Satu patah kata pun nggak bisa terucap, ingin sekali dia menghampirinya yang sudah berada di mobil ambulans, tapi kakinya masih saja membeku di tempat. Hanya sesak yang terasa. "Kak Chi-ko ...." "Dia nggak akan kenapa-kenapa! Ayo Ray, gue anter pulang sekarang!" ajak paksa seseorang yang sudah berdiri sejak tadi di belakang Raiya, tapi Raiya hanya bergeming. Seseorang itu samasekali nggak menduga kalau hal semacam ini akan terjadi. Liontin yang ada di genggamannya seketika terlepas begitu melihat mobil lamborgini hitam yang sangat dia kenal terlempar begitu saja di depan Raiya. Dia dekap Raiya ke pelukannya, menatap nanar ke mobil yang sudah nggak berwujud itu. Hanya satu yang ada di pikirannya saat itu, penyesalan. "Kak Chiko, itu Kak Chiko, nggak, nggak, itu bukan Kak Chiko, pasti itu bukan Kak Chiko, dia bukan Kak Chiko!"
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME) cover
Cool Boy & Gadis Halu  cover
What If i Told That ILY (TAMAT!!) cover
Heart to you.(END) cover
Anugerah Patah Hati [COMPLETE] ✔ cover
ʟᴏᴠᴇ ɪɴ ꜱɪʟᴇɴᴄᴇ cover
Diana cover
Dear You cover
PANDANG PERTAMA cover

Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)

6 bab Lengkap

Tepat di depan mata. Raiya seakan membeku disana, matanya nggak terlepas dari mobil yang baru saja terlempar tepat di depannya. Entah kenapa keadaan seolah semakin mendramatisir, hujan turun dengan derasnya sore itu, memadamkan api yang berasal dari ledakan mobil di depannya. Suara sirine ambulans saling bersautan dengan suara sirine mobil polisi, keadaan semakin kacau. Beruntung, yah Raiya bersyukur seseorang yang berada di dalam mobil itu sudah diselamatkan sebelum mobil meledak. Dan seketika itu pula, tubuh Raiya langsung limbung terjatuh begitu saja, isakan tangisnya semakin jelas terdengar meski di bawah guyuran hujan. Satu patah kata pun nggak bisa terucap, ingin sekali dia menghampirinya yang sudah berada di mobil ambulans, tapi kakinya masih saja membeku di tempat. Hanya sesak yang terasa. "Kak Chi-ko ...." "Dia nggak akan kenapa-kenapa! Ayo Ray, gue anter pulang sekarang!" ajak paksa seseorang yang sudah berdiri sejak tadi di belakang Raiya, tapi Raiya hanya bergeming. Seseorang itu samasekali nggak menduga kalau hal semacam ini akan terjadi. Liontin yang ada di genggamannya seketika terlepas begitu melihat mobil lamborgini hitam yang sangat dia kenal terlempar begitu saja di depan Raiya. Dia dekap Raiya ke pelukannya, menatap nanar ke mobil yang sudah nggak berwujud itu. Hanya satu yang ada di pikirannya saat itu, penyesalan. "Kak Chiko, itu Kak Chiko, nggak, nggak, itu bukan Kak Chiko, pasti itu bukan Kak Chiko, dia bukan Kak Chiko!"