Aku Bukan Dia

Aku Bukan Dia

  • WpView
    Membaca 319,380
  • WpVote
    Vote 14,294
  • WpPart
    Bab 26
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Okt 11, 2019
"Apa yg ada di otak mu dira?" tersentak jelas . karna saat yg aku tunggu kini sudah benar benar terjadi . arman sudah mengetahuinya . "kau berpura pura menjadi dila di saat dila tiada . apa maksud dan tujuan mu bangsat! Saudara sialan . seharusnya dila tidak mempunyai saudara seperti mu". "Tolong dengarkan aku arman". Pinta ku sekali lagi . Arman menghempaskan tangan ku kuat hingga terasa sakit sekali . ia lalu berdiri dengan mata yg enggan menatap ku . "Kau iri pada dila kan?". "Sama sekali aku tak pernah merasa iri padanya". "Bohong! Kau iri pada dila karna dila sempurna . bukan begini caranya , mencari kesempatan saat dila tiada . dengar kan aku . aku mencintai dila dan hanya dila yg aku cintai jangan berharap lebih dira . sungguh kau tak pantas untuk di cintai". "Dengarkan aku arman . tolong" . "Saat aku sudah resmi menjadi pemilik perusahaan opa . aku tak mau lagi melihat wajah mu" . Serunya lalu berjalan keluar rumah namun baru beberapa langkah arman berhenti . "Dan satu lagi ! Anggap aku tak pernah menyentuh dirimu sama sekali . aku merasa jijik jika mengingat kejadian itu" ucapnya tanpa menatap ku lalu ia pun benar benar keluar dari rumah .
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#4
akubukandia
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • I Want To Make You Mine
  • Just Remembrance!
  • Angel To Raya (END)
  • Langkah Seiring (END+EXTRA PART)
  • BETRAYAL OF LOVE
  • Informed Consent
  • Maaf' (Revisi)
  • Coretan Tangan Naira
  • Rendra & Lila [END]
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)

*Misteri* Mataku terpejam secara perlahan tp masih terdengar suara keributan sangat jelas ditelingaku. Dan terahir yg kudengar adalah suara tembakan yg membuat mataku sedikit terbuka tp penglihatanku sedikit kabur. "Yoongiaaa". Lirihku melihat kekasihku bersimbah darah di dekatku dan kulihat lelaki disampingnya memegang pistol sambil tersenyum licik. Dan sejak saat itu aku tidak ingat apa2 lagi. . . . . . . "Yoona.. bangunlah sayang". Suara yang sangat kukenal, dan saat kubuka mata dia ada disampingku sedang menangis. "Eomma..". Sahutku lirih dan ibu mengusap air matanya sambil memegang tanganku. "Syukurlah kau sudah sadar sayang, eomma dan appa sangat menghawatirkan mu". Ibu dan ayahku terlihat sangat cemas tp entah apa yg terjadi aku sakit kepala jika ingin mengingat itu. Yg kuingat terahir adalah yoongi. Ya! Dia berdarah. Oh tuhan bagaimana keadaan kekasihku. "Eomma..appa.. yoongi bagaimana keadaan dia". Mataku merah karna melihat eomma terus menangis dan tak memberi jawaban. . . . . . . 1th kemudian. Setelah kejadian itu aku mulai pulih dan beraktifitas seperti biasa namun aku belum dapat kabar dari yoongi. Bahkan orang tuanya pun tidak tau dia masih hidup atau tidak. Ini sangat mengiris hatiku. Aku duduk termenung melihat ftoku dan dia saat kita liburan dipulau Jeju. Kulihat senyum manisnya dan air mataku mulai menetes. Tanpa sadar suara berat disampingku sambil mengelus lembut rambutku. "Yoona, ada hal yg ingin appa bicarakan padamu". Yaa dia adalah ayahku yg sangat aku cintai. "Iyaa appa.. bicaralah". Sahutku terseyum melihatnya. "Appa akan mengenalkan seseorang padamu, dan appa yakin dia bisa menjagamu". Ucapan ayahku sontak mebuat kaget. Apa maksudnya? "Appa dan eomma sudah memikirkan ini baik2, kami tidak ingin terus melihatmu dalam keterpurukan karna hidup terus berjalan sayang". Aku diam dan hanya bisa menangis mendengar ucapan ayahku, aku tau dia sangat menyayangi aku dan tak ingin melihatku terus2n bersedih.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan