Story cover for Peluk by birgittaajeng
Peluk
  • WpView
    Reads 8,006
  • WpVote
    Votes 342
  • WpPart
    Parts 18
  • WpView
    Reads 8,006
  • WpVote
    Votes 342
  • WpPart
    Parts 18
Complete, First published Sep 06, 2019
Setiap manusia pernah jatuh ke titik terendah hidup, waktu yang membedakannya.

Haira mengalami itu semasa kuliah. Perpisahan, perjodohan, dan label anak durhaka dari orang tua membuat ia ingin menyudahi hidup.

Satu hal yang membuat ia bertahan adalah bayang-bayang Gama, laki-laki yang pernah ia cinta sekaligus benci.

Mengapa Gama? Haira melanjutkan hidup seraya menyandang satu tanda tanya besar itu.

Kini gelombang takdir mempertemukan mereka kembali. Gama ingin menyelesaikan sesuatu yang belum usai. Sebuah peluk menjadi jalan keluar.

Untuk kali kedua. Nol sentimeter jarak antara tubuh mereka yang tidak lama lagi menjadi ratusan, jutaan, bahkan tak terhingga jauhnya.

***

Untuk para pembaca yang baik, terima kasih sudah membaca Peluk. Tulisan ini sudah sampai tamat. Kalian boleh berikan komentar dan bintang setelah membaca Peluk :)
All Rights Reserved
Sign up to add Peluk to your library and receive updates
or
#588mantan
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Lima Langkah  cover
Bucin 2 (Sudah Open Pre-Order) cover
Happiness [Completed] cover
Cinta Yang Tak Pernah Selesai cover
Behind the Silence cover
Sejauh 260 km cover
peluk yang ku rindu cover
BERTAUT di Tanah Parahyangan cover
Knock, Knock! (Completed) cover

Lima Langkah

52 parts Complete

Terbiasa bertemu, terbiasa menatap satu sama lain, dan terbiasa bersama membuat frekuensi getaran cinta terasa begitu hebat. Senyumnya semanis gula akan membuat kita terbuai dan lupa dengan kesehatan hati yang perlu dijaga. Terkadang hal itu membuat kita lupa apakah cinta tersebut adalah cinta sejati atau hanya sekadar ujian semata. . . . Lima langkah Bagi kebanyakan orang kata itu menggambarkan jarak yang sangat dekat. Tapi jarak tak bisa mengukur tingkat cinta bukan? Kalau cinta bisa diukur dengan jarak, lantas buat apa perasaan diciptakan? Dia yang dekat dimata belum tentu dekat dihati. Tapi kedekatan jarak itulah yang mungkin menjadi cikal bakal cinta yang akan bersemi nantinya. Bukankah kita tidak bisa menentukan siapa yang akan kita cinta?