Langit, Biru dan Angkasa

Langit, Biru dan Angkasa

  • WpView
    LECTURAS 21,253
  • WpVote
    Votos 2,879
  • WpPart
    Partes 53
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, sep 15, 2022
"Orang bilang, cinta itu adalah sahabat. Berarti, lo cinta gue dong, Bi?" tanya Langit kepada Biru. Perkataan Langit barusan membuat kedua orang yang sedang bersamanya itu menatap ke arahnya. "Kalo cinta itu adalah sahabat, berarti, gue harus milih antara lo sama Angkasa dong?" tanya Biru pada dirinya sendiri. "Kalo cinta itu adalah sahabat, itu artinya, gue harus berantem dulu sama Langit buat dapetin lo, Bi?" tanya Angkasa. Mereka kemudian sibuk dengan pikirannya masing-masing. Jujur, mereka masih sangat polos dalam hal perasaan dan juga cinta. Tapi, sedetik setelahnya, ketiganya saling bertatapan. Mereka menunjukkan ekspresi wajah seakan mereka bertiga memiliki pemikiran yang sama. "ENGGAK!" teriak ketiganya bersamaan. "Cinta adalah cinta!" tegas Langit. "Cinta bukan sahabat," sambung Biru. "Cinta itu orang lain!" jelas Angkasa. "Kita bikin kesepakatan. Diantara kita bertiga, gak boleh ada yang jatuh cinta. Deal?" tanya Biru sembari menatap Langit dan Angkasa. "Deal!" ucap Langit dan Angkasa secara bersamaan.
Todos los derechos reservados
#551
galaksi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Langit Biru [END]
  • Gus Zayn : Langit Biru di Yogyakarta
  • Duo Tuyul Kembar
  • Journey
  • Belenggu Obsesi Langit
  • LANGIT (On Going)
  • Buruan Tembak Gue!
  • Universe Sky

Sinopsis : Biru mencoba melambai-lambaikan tangannya tepat di hadapannya tapi hasilnya tetap sama. Tatapan yang sama. Raga yang diam. Pikiran yang kelayapan. Jiwa yang dipenuhi kerinduan. Laila tersadar dari lamunannya, saat wajah Biru tepat berada di hadapannya. "Apakah kau menyukai langit biru?" "Sampai-sampai apapun yang ada di sekitarmu kau begitu tidak peduli" "Menurutmu, apa yang indah dari langit biru?" ucap Biru pada Laila yang kini tengah menatapnya. Laila tidak mengucap sepatah kata pun. Ia berusaha untuk berdiri dari duduknya. Dan ia sama sekali tidak berpikir untuk menjawab pertanyaan beruntun yang terucap dari mulut Biru. Tak lama dari itu, pandangannya berubah menjadi kabur. Langit biru tidak lagi terlihat. Yang ada hanyalah ruangan dingin yang begitu gelap. Laila pingsan di hadapan Biru. __________________ Tiga per dua diperoleh dari kesadaranku. Sisanya hanyalah angan tentang kenangan. ~Laila Buktinya, kamu sama sekali tidak bisa melepaskan ingatan tentang kenangan itu bukan? Ya, ia abadi dalam hati ~Maria Apa yang indah dari langit biru??? ~ Biru

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido