TUAN & NONA

TUAN & NONA

  • WpView
    Leituras 18
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, mar 7, 2023
WpInfo
Ficção
Fantasia
Kehadiran seorang nona tidak pernah dihargai semua orang sekalipun ia lahir di keluarga bangsawan. Didikan Ayahnya yang keras dan logis menyebabkan pribadinya tegas dan berpikir keras. Ia acuh, sekali berbicara seperti mengeluarkan pisau tajam. Berbanding terbalik dengan kakaknya, ia sangat dihormati. Mengapa? Setiap hari ia berjuang untuk hidup ditengah pandangan orang-orang. 💮💮💮 • Raw cover from pinterest. • Edited in Canva. • Jika terdapat kesamaan judul, nama tokoh dan lainnya dengan cerita lain murni ketidaksengajaan.
Todos os Direitos Reservados
#196
nona
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Menyesal Telah Menyakitimu
  • perjalanan cinta rumit
  • CATUR [END]
  • Living Conditions BROKEN HOME
  • Sayap terakhir keluarga
  • FAULT  [END]
  • Mengalah? Gak papa (END)✔
  • TERLAMBAT [TAMAT]
  • Memeluk Fajar [Terbit]

"Aku nggak mau susui bayiku, aku takut dia ketagihan dengan asiku, dan aku mau... mama dan papa mengaku kalau bayi itu adalah anak mama dan papa, anak kandung mama dan papa, dan bayi itu adalah adikku! Bukan anakku!"ucapnya amat tegas, mau tak mau, rela tak rela dan semua ini terjadi karena seorang pria bernama Bian yang sudah menyakitinya sebegitu dalamnya, memanfaatkannya, menipunya dan terakhir... pria itu mengkhianantinya, menduakannya dengan cara menikah lagi.... Jadi, wajar aja kan, Nina yang baru berumur 19 tahun, tak mau repot dan malu, mengaku kalau bayi merah yang baru dia lahirkan adalah anaknya! Tapi, bayi itu adalah adiknya! *** "memang apa yang kamu harapkan,? di cintai, di sukai olehku secara murni? sadar diri, Nina. Kamu hanya gadis kampung yang beruntung dinikahi pria kaya kota sepertiku! Berterimakasihlah pada tubuhmu, berkat dia aku sudi melirik denganmu." Nina hanya diam, tak membalas ucapan Bian, pikirnya tidak usah mengotori mulut untuk membalas ucapan jahat pria itu. Cukup menjauh, menghilang, agar tak melihat pria bajingan itu lagi, itu yang harus dia lakukan. sesegera mungkin!

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo