Aku christi hari ini adalah hari pertamaku memasuki sekolah menengah atas, hari dimana aku tungu tungu akhirnya tiba, dengan pelajaran yang baru, teman baru, dan membuat lembaran yang baru.
1 tahun kemudian
Hari ini adalah hari di mana aku akan menjadi kakak kelas yeeeyy, hari di mana di mulainya pelajaran yang sedikit lebih sulit, hanya saja aku sedikit sedih karena aku dan teman teman ku akan di rolling dan tidak satu kelas lagi seperti dahulu.
Dan aku bertemu dengan satu orang pria yang sangat menyebalkan namanya grey, dia selalu menganggu ku, di mana pun ada aku dia juga akan ada, hanya untuk menganggu ku, rasanya ingin sekali pindah kelas dan bertemu kembali dengan teman ku, namun tak mungkin, tapi untunglah aku masih bersama jessi, dia satu satunya sahabatku yang satu kelas dengan ku saat perollingan kelas.
1 tahun kemudian
Hari ini adalah hari dimana aku telah menjadi murid kelas 3 sma
Keesokan harinya
huuhh akhirnya jam pulang tiba, aku pulang bersama jessi karna arah jalan ke rumah kami itu searah,kami pulang dengan berjalan kaki, namun tanpa aku sadari ternyata grey diam diam mengikuti ku, * hey mau bareng gak* kata grey, *ngak, aku mau pulang bareng jessi* kataku.
Beberapa hari kemudian
Aku tidak tau sejak kapan ini terjadi, aku, grey, dan jessi menjadi teman karib, bercanda bersama, saling chat, dan itu berlanjut sampai bulan ke 6 setelah penaikan kelas.
bulan ke 6
Aku tidak tau apa yang harus aku katakan, grey memberi tauku dia ingin aku menjadi kekasihnya, tapi aku juga tau bahwa sahabatku jessi menyukai grey, dan aku menolak grey pada saat itu juga, namun usahanya tak sampai disitu, dia tetap mengejarku berharap aku menjadi kekasihnya, dan akhirnya aku pun luluh dengan usahanya, dan jessi pun merelakan grey dan aku menjadi sepasang kekasih, aku tidak tau apa yang telah aku lakukan, bertahun tahun aku memilih untuk tidak berpacaran, saat ini aku malah memilih untuk berpacaran dengan pria yang berada di hadapan ku ini.
||FOLLOW SEBELUM BACA!!!||
"Ini kamar aku, nggak boleh nyelonong masuk tanpa izin" tegas Ala, kesal karena ruang pribadinya diakses tanpa seizinnya.
Kai menutup pintu, mendekat ke arah Ala yang sedang berbaring di ranjangnya.
"Ih, jangan naik" larangan Ala lagi-lagi diabaikan oleh pria itu.
Ala memberenggut kesal, pria kaku itu bahkan sudah bergabung di bawah selimut yang ia pakai.
"Sejak kapan suami istri punya kamar sendiri-sendiri?" bisik Kai tepat di belakang telinga Ala.
Ala merinding kegelian karena hangat hembusan nafas Kai.
"Sejak sekarang" pekik Ala begitu berhasil melarikan diri dari dekapan Kai. Dia berlari ke luar kamar, meninggalkan Kai yang tertawa puas setelah berhasil menggoda dirinya.
Masih terasa jejak usapan tangan Kai di perutnya tadi. Ala khawatir, apakah pria itu sudah tahu?
***
Cerita ini tentang dua sejoli yang hidup bertetangga namun tidak saling mengenal. Mereka bertemu karena sebuah insiden, hingga akhirnya semakin dekat dan mulai nakal tipis-tipis 🔞
⚠️⚠️⚠️
Terdapat beberapa konten dewasa eksplisit dan kata-kata vulgar, silahkan skip jika tidak berkenan. Bijaklah memilih bacaan.
JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN KARENA BACA CERITA INI GRATIS.
JANGAN JADI SILENT READER!