JINGGA [END]

JINGGA [END]

  • WpView
    Reads 2,264
  • WpVote
    Votes 134
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadMatureComplete Tue, May 28, 2024
Bagaimana rasanya ketika kita menyukai orang lain, tetapi yang disukai tidak menanggapi perasaan kita? Apalagi, kita sudah tahu kalau doi punya perempuan lain yang menempati hati nya. Dan tentu saja itu bukan Jingga. Apakah jika kalian berada diposisi Jingga, kalian akan mengubur perasaan suka itu dalam-dalam? Atau, berusaha tegar dan mati-matian menahan sakit hati ketika kita melihat 'mereka' saling tertawa satu sama lain? Kadang, cinta itu membuat seseorang bodoh. Ia sadar perasaannya tak akan pernah dibalas, tapi ia tak bisa pergi begitu saja. Butuh waktu lama untuk menghilangkan nama seseorang di hati. Apalagi, orang itu terlalu special buat kita. Disini, Jingga akan membuktikan bahwa cintanya layak di perjuangkan. Seperti kata pepatah, Berakit-rakit kehulu, Berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, Bersenang-senang kemudian. Salam, Author.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • IGNITES (END)
  • Nanti
  • 🎀Sahabat Jadi Cinta🎀
  • KHALILA AND OTHERS
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • Terlalu Baperan!
  • LIMERENCE // ✔
  • Alice [Completed]
  • Admire Or Love
  • are YOU for ME? (Completed) REVISI

(Tersedia Versi eBook) Mendengar namanya saja sudah membuat Wilona bergidik ngeri, apalagi bertemu dengan sosoknya langsung. Mungkin Lona akan kabur begitu melihat bayangannya saja. Jaglion, si cowok paling sadis 'katanya'. Bukan hanya wajahnya yang terlihat dingin, namun sikapnya juga sama. Wilona berharap tidak akan berurusan dengan cowok itu. Dia tidak ingin atmosfernya bersinggungan dengan Jaglion, meski tanpa sengaja. Namun takdir berkata lain. Hari dimana mereka bertemu adalah hari paling sial bagi Wilona. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮 "Jadi pacar gue atau jadi buronan?" Tawar Jaglion. "Lebih baik gue jadi buronan daripada harus jadi pacar lo!" Tolak Wilona. "Oke," Jaglion tersenyum smrik. "Gue kasih lo dua kesempatan dalam waktu 24 jam." "Dan gue nggak akan gunain kesempatan itu meskipun lo kasih waktu sampe setahun!" "Ingat, Lona, gue nggak kasih kesempatan itu ke orang lain." "Gue harap gue adalah orang lain itu," kukuh gadis itu. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮

More details
WpActionLinkContent Guidelines