Story cover for "Eh Alien?" by dyandrnama
"Eh Alien?"
  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
Complete, First published Sep 07, 2019
Cahaya terang secara tiba-tiba berada di atas rumahku. "Apa tu?" Tanyaku pada diriku sendiri. Dari cahaya terang itu mulai terlihat semacam ufo seperti yang ada di film yang biasa ditonton. Karena Wosok orang yang penasaran dia dengan sedikit rasa takut mendekati benda yang seperti ufo itu. Lalu Wosok melihat ada yang keluar tapi yang keluar itu keliatan kayak manusia. Rasa takut Wosok sedikit menghilang karena wujud aliennya tidak seperti yang dibayangkan. Wosok nanya,"siapa kamu?" ke alien itu. Aliennya menjawab "Oh aku alien yang diusir dari planetku karena meneliti tentang manusia". Wosok menjawab "oh ya udah kamu tinggal dulu disini," lalu Wosok lanjut bertanya,"oh iya kamu namanya siapa?". "Namaku Priki hmmmmmm, kamu bisa panggil aku Priki," jawab alien ," oh iya nama kamu siapa?" Wosok pun menjawab,"namaku Wosok Kim bisa dipanggil Wosok".
All Rights Reserved
Sign up to add "Eh Alien?" to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
I'm More Than Just A Princess by VallinWan
55 parts Complete
[Completed] Seorang gadis wibu bangun di tubuh puteri yang terabaikan. Steffani Alina, seorang gadis biasa yang menyukai para lelaki dua dimensi buatan Jepang itu tidak tau apa yang tengah terjadi padanya. Ia meninggal dalam kecelakaan tabrak lari sepulang membeli 'kebutuhan' wibunya. Namun saat ia membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah kamar mewah bernuansakan emas dengan kombinasi warna putih. Namun entah kenapa meski terlihat megah, kamar itu nampak tidak terurus. "tempat apa ini?!" ucapnya seraya menoleh ke kanan dan kiri dengan panik. Ia segera beranjak dari kasur megah itu, hendak keluar dari kamar yang begitu asing baginya. Namun saat ia melewati cermin besar yang berada di dekat kasur, betapa terkejutnya ia saat melihat pantulan dirinya di cermin. "in-ini... ini bukan aku!" ucapnya terkejut seraya menyentuh wajah cantik itu. Rambut pirang berkilau bagai kain sutera yang terbuat dari emas, mata sebiru langit di siang hari, kontur wajah kecil sempurna, bibir ranum merah muda alami, hidung bangir dan bentuk tubuh ideal. Sungguh impian para kaum hawa. ---//--- Namun semua itu tidaklah berarti, setelah ia mendapat memori dari si pemilik tubuh yang asli. "Isandra... sedih sekali hidupmu. Kematian mereka bukan salahmu, makhluk itu juga bukan keinginanmu" lirihnya. Namun sekian detik kemudian, matanya berkilat tajam, "aku harus merubah semuanya" ucapnya geram. ---//--- "hei, apa yang kau lihat?" tanya pemuda bersurai seputih awan dan mata sebiru langit. "Go-Gojo..." "hah? apa itu Gojo?" tanya pemuda itu penasaran saat Isandra menatapnya tanpa berkedip, seolah tengah melihat keajaiban. ---//--- "ya, Yang Mulia?" ucap Isandra. "... kapan kau akan memanggilku 'ayah'?" tanya Galen blak-blakan. "ya! Kenapa hanya Evan yang kau panggil kakak? aku juga kakakmu tau!" seru Percy. Isandra nampak kebingungan dan terkejut di saat yang bersamaan, 'kenapa jadi begini?!' batinnya.
I Was The Evil Witch by VallinWan
65 parts Complete
COMPLETED. Dm for follback Spin off from "I'm More Than Just A Princess" ••~•• "Aleeyah Najma, kau dihukum mati atas percobaan perebutan takhta Yang Mulia Damian Azazel Lucretius de Erebos, dan percobaan pembunuhan terhadap Lady Isandra" Kalimat itu terngiang di kepalaku, seraya aku mendongak menatap panggung raja di sebrang sana. Dimana Isandra, menangis tersedu di dalam pelukan Azel saat melihatku yang akan dieksekusi. Aku terenyuh, rasa sakit dan sesak akan penyesalan memenuhi perutku. Apa yang telah aku lakukan? Aku memiliki semuanya namun aku sia-siakan. Sahabat yang begitu tulus, ayah yang perhatian padaku, tidak perlu kusebutkan harta dan ketenaranku. Apa yang kurang? Kenapa aku masih ingin merebut kebahagiaan orang lain? Kenapa aku begitu serakah? 'Kau bodoh Aleeyah' batinku memaki diri sendiri. Sekali lagi, kulihat sahabat baikku di sebrang sana. Ah rasanya bibir hina ini tidak pantas lagi menyebutnya sebagai sahabat. 'Teman ya?' Bibirku terangkat, aku tersenyum kecil. Sebuah kata maaf tidak akan cukup untuk menebus dosaku, akan kubayar semuanya di neraka nanti. Isandra, Azel, ayah, kalian semua berbahagialah. Maafkan kehadiranku yang merupakan bencana, kutuklah aku sebanyak yang kalian suka, aku rela, aku pasrah. Karena diriku adalah pendosa. CRASH ••~•• "Ah lagi-lagi kita harus mengurus bayi ini" Suara siapa itu? Bayi siapa? "Kau benar, sudah berapa lama sejak dia lahir? Tapi grand duke sama sekali belum datang melihatnya, sebenci itu grand duke pada putrinya" Grand duke? Putrinya? Ah persetan, aku tidak peduli. Aku harus keluar dari sini. 'Tapi kenapa tangan dan kakiku pendek sekali?' batinku saat aku tidak mampu menggerakkan anggota gerakku dengan leluasa. Hanya naik turun kanan kiri seperti... 'Tunggu, jangan bilang...' "Ah dia sudah bangun, aku akan mengganti popoknya. Kau siapkan susu setelah itu kita pergi" ucap seorang maid raksasa yang menatapku malas. Tunggu, dia tidak raksasa. 'Aku jadi bayi?!' #1 on
Black Out III by Alya_M24
17 parts Complete
"Ini mati listrik yang... luar biasa..." -Sungwoon- "Apa ini perbuatan alien?!" -Minhyun- "Kenapa kalian begitu histeris?" -Jaehwan- "Apa dia masih hidup?" -Woojin- "Tidaaak!!!" -Seongwoo- "Tidak! Aku buta!" -Daniel- "Tubuhnya tidak bergerak sama sekali, merespons juga tidak!" -Guan Lin- Sungguh malam Minggu yang hebat. Dalam benak kami terlukis sebuah pemandangan indah di malam Minggu, meski para jomblo konon menderita pada malam tersebut oleh kutukan yang terkadang sulit dicabut itu. Malam ini berbeda 180 derajat, tak pernah seumur hidupku terbayang akan malam menakjubkan ini. Kalangan yang takut akan malam ini tak hanya kami yang masih lajang, mereka-mereka yang sedang menjalani hubungan pun tak akan absen dalam memproduksi jeritan. Apa hanya jeritan? Mungkin air mata pun ikut serta. Beruntung sekali diriku masih waras setelah mengarungi malam yang panjang ini. Hanya rembulan dan cahaya ponsel sebagai alat bantu kami dalam petualangan di kegelapan. Kisah yang tertuang pada malam ini benar-benar di luar nalar. Siapa sangka berdiam di dalam rumah itu aman? Siapa sangka yang tadinya kawan bisa menjadi musuh? Siapa sangka yang baru saja tersenyum tulus tiba-tiba menancapkan pisau ke dada kita satu detik kemudian? Siapa sangka orang yang satu menit lalu berbincang bersama kita, satu menit kemudian ia ditemukan sudah terkapar di lantai dengan tubuh bersimbah darah? Bahkan seorang peramal pun tak akan sanggup menerawang perihal untaian kejadian malam ini dengan tepat. Hanya Tuhan yang tahu akan misteri itu. Di sini kami melewati malam ini dengan mempertahankan nyawa. Aku dan kumpulan lelaki tersebut sungkan tak sungkan harus ikut menyumbangkan cerita kami untuk malam ini, atau mungkin menyumbangkan jiwa dan raga? Tak ada yang tahu. -Sua (Reader/OC)- *CERITA MENGANDUNG KEKERASAN. MOHON UNTUK TIDAK DITIRU.
My Life ( Lookism edition ) by LeeKen1508
43 parts Ongoing
Aku akan berhenti membuat FF Lookism ini, dikarenakan alur Manhwanya sudah tidak sesuai judulnya😔 i'm so sorry " eungh ... dimana ini ? " seorang gadis terbangun dari tidur panjangnya/komanya dirumah sakit selama 2 tahun itu ia terlelap dan akhirnya ia tebangun lagi dengan tubuh yang berbeda dan nama marga yang berbeda atau lebih parahnya didunia yang berbeda " loh dimana ini ? kak Kouta ngerawat aku dirumah sakit mana ini seperti bukan ditokyo ? " gumamnya masih dengan tubuh yang bersandar pada kasur putih itu . " kau sudah bangun?! syukur lahh aku kira kau ga akan pernah bangun huhuuu kau jahat sekali klo mau bunuh diri gegara dia bilang dong , biar aku bisa menghentikanmu ... KENN !! " seorang gadis yang mungkin lebih tua darinya itu masih setia memeluk sang adik " euh ... siapa ya ? " tanya Ken yang memang ia tak tahu berada didunia mana ia sekarang " eh ? kau tidak mengingat ku? ga mungkin !! " gadis yang memeluknya itu kini menangis dan malah mempererat pelukannya " huaa kau tidak mengingat kakak perempuanmu sendiri Ken ? ini aku Hana ... Lee Hana , apa sebegitu parahnya benturan kepalamu? bagaimana ini dokterr !! " kini gadis gadis itu beralih memarahi dokter pribadinya itu ? " kalau Oppa Hideki tau kau bisa dipecat tau !! dan aku mengkhawatirkan pekerjaanmu juga " sang dokter yang hanya menunduk sedang berfikir sepertinya . 'Jadi ini kehidupan baru lagi setelah menghentikan Rumbling Eren dan mati didepan Levi heichou ?! , memalukan sekali dan apa Paradis akan diserang ? karena rumbling Eren berhasil dihentikan dan mungkin itu akan bahaya bagi pulau itu ' Ken yang kini sedang merenung ditaman dan memikirkan caranya mengingat kembali ingatan tubuh barunya ini , tapi jika dari penampilan tak ada yang berubah hanya warna rambut yang kini menjadi hitam . saat ia merubah penampilannya menjadi tomboy meski dirinya ini perempuan , ia juga pindah sekolah ke sekolah Jaewoon , 'tunggu SMA Jaewoon? Lookism ?!! " .
You may also like
Slide 1 of 10
The Lucky Exo-L cover
I'm More Than Just A Princess cover
Si Chanyeol Dosen Kiler cover
AIR MATA AWAN || YU JUNWON cover
I Was The Evil Witch cover
Glitch cover
CANDOR cover
Black Out III cover
Aleum And 7 cover
My Life ( Lookism edition ) cover

The Lucky Exo-L

36 parts Complete

Aku murid SMA biasa. Aku menyukai berbagai hal yang lazim remaja seusiaku sukai. Anime, K-pop, dan drama. Aku penggemar boygroup Exo baru - baru ini. Tapi aku tak sefanatik teman - temanku yang menyukai mereka dari dulu. Aku hanya menyukai salah satu member. Namun, hal tak terduga terjadi begitu saja. Aku mengikuti undian 'Lucky Exo-L' dengan iseng karena aku yakin dari berjuta - juta orang, sangat kecil kemungkinan bahwa aku yang terpilih. Tapi, di saat yang paling aneh dalam hidupku selama delapan belas tahun, tepat satu hari setelah aku melaksanakan ujian masuk universitas, tiga orang pria berpakaian rapi -terlalu rapi malah - berdiri di depan pintu rumahku dan berkata riang dengan senyum dipaksakan. "Selamat, anda terpilih menjadi 'Lucky Exo-L' dan berkesempatan tinggal bersama member Exo selama satu bulan." Dan hal pertama yang aku lakukan, 'Plak!' "Eh? Bapak asli ya? Saya kira masih di dunia mimpi."