Dia
  • WpView
    Reads 147
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 19, 2019
Anata gadis kecil yang tidak Punya teman karna sipatnya yang terbilang tidak menerima orang baru dalam kehidupannya. itu yang membuat ia kesepian dan suka berbuat sesukanya adapun perlakuan keluarga yang kurang mengenakan membuatnya tertekan. Realita juga selalu pahit untuknya karna itu ia tak ingin bergaul Karna itu akan jadi masalah untuknya. Ekspektasi selalu jadi temannya Dimana ia bisa membayangkan apapun yang ia mau tanpa harus ada kata ggal maupun masalah namun ekspektasi tetaplah ekspektasi tidak akan menjadi realita.
All Rights Reserved
#747
pasangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • GADIS DINGIN DAN MISTERIUS S1(END)
  • DAKSA [END]
  • REAGEN
  • Dikala itu, Aku Tak Mengerti
  • Karin
  • 7 Seconds
  • Antara Nada dan Lensa
  • LEITHLEACH
  • CERITA CINTA PUTIH BIRU

Dia Nala keenara, gadis cantik dengan hobi yang sangat unik yaitu, membuat masalah. Ia adalah anak yang nakal, jahil, dan sering sekali bertingkah. Semua orang mengenalnya sebagai gadis yang tak pernah bisa diam, selalu membuat keributan, selalu mengundang tawa dengan tingkah lakunya yang kadang keterlaluan. Namun, di balik sikap nakal dan jahilnya, ada sebuah luka yang dalam. Luka yang bahkan hingga kini belum juga terobati. Luka yang dapat membuat ia bertingkah seperti itu. Apakah mungkin, suatu saat nanti, Nala bisa berubah? Bisa melepaskan diri dari perangkap kebiasaannya yang selalu membuat masalah? Apakah takdirnya akan berubah, ataukah ia akan tetap terperangkap dalam siklus yang ia ciptakan sendiri? Mungkinkah takdir baik akan memihaknya suatu hari nanti? Mungkin, Tidak ada yang tahu bukan? ••• ⚠️Warning • Dilarang keras plagiat cerita. • Jika ada persamaan nama tokoh, tempat dan alur cerita yang sama itu hanya kebetulan semata tidak ada unsur kesengajaan di dalamnya. • Hasil pemikiran dan ketikan sendiri. • Banyak kata-kata kasar/umpatan

More details
WpActionLinkContent Guidelines