Ketos Is My Love

Ketos Is My Love

  • WpView
    Reads 204
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Sat, Oct 12, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Syakira Dafera Sentosa (Fera). Gadis cantik, baik, sopan. Kini ia memasuki masa SMA. Memiliki sifat periang, suka menolong. Walau pun Fera terlahir di keluarga yang kaya, ia tidak mau membanggakan kedua orang tuanya dengan usahanya sendiri. -BRUKKK "Aduhhhh.." Gue meringis kesakitan, saat gue terjatuh. "Kalo jalan tuh hati-hati." Kata Cowok itu sambil ngulurin tangannya ke gue. Gue mendongkak, dan langsung menerima uluran tangan si Cowok itu. "Eh, iya ma-maaf kak gue gak Sengaja." Ucap gue sedikit gugup saat minta maaf. "Hm." Ucap si cowok itu, yang udah berjalan ninggalin gue. PENASARAN DIA SIAPA?? BACA YUK!! SERU LOOO..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He Wrote My Name Wrong
  • ALSYA
  • Together With Her
  • NAUSY
  • [END] A Match Made in Chaos
  • Love, Life, Line (Completed)
  • So Long, High School
  • Pretending Love [END]
  • Trust Me

He Wrote My Name Wrong Wattpad by barelyunknown SMA Harapan Baru katanya sekolah penuh "cinta pertama". Katanya sih. Nyatanya? Hari pertama orientasi aja aku udah dapat partner paling nggak ramah sedunia-Raynald Ezra, si cowok tinggi berkacamata yang ngomongnya kayak dosen dan nggak pernah senyum. Meira Anindya enggak pernah menyangka kalau hari pertamanya di SMA akan dipenuhi kejutan-terutama kejutan bernama Raynald Ezra. Cowok cuek dari kelas sebelah itu bikin Meira salah tingkah sejak insiden kecil di hari MOS. Tapi bukan SMA namanya kalau perjalanan cinta mulus-mulus aja. Mulai dari beda kelas, cewek berhijab yang selalu bareng Ray, sampai kenyataan bahwa Ray punya masa lalu yang belum sepenuhnya ia lepas. Sementara Meira sibuk memahami perasaannya, Ray juga diam-diam menyimpan rasa-rasa yang belum pernah ia tunjukkan ke siapa pun sejak kehilangan orang terdekatnya. Satu hal yang pasti: keduanya sama-sama belum siap untuk jujur... bahkan pada diri sendiri. Di antara tumpukan tugas, eskul, dan jantung yang deg-degan tiap ketemu di lorong sekolah, Meira dan Ray belajar satu hal: cinta pertama enggak selalu tentang kata yang sempurna, tapi tentang siapa yang bikin kamu ingin menulis ulang segalanya-termasuk nama seseorang, meski awalnya kamu salah tulis.

More details
WpActionLinkContent Guidelines