Mr.Pilar
  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 18, 2019
"Ale suka pilar"Dengan tidak malunya Ale bicara seperti itu didepan banyak orang "gue tau"Balas si cowok muka tembok "Pilar juga suka Ale gak?"Tanyanya "gak"Jawab pilar dengan santai "ya udah Ale minta Sehelai rambut pilar dong" Si cowok bermuka tembok hanya mengangkat alis, menandakan bahwa dia tidak mengerti maksud perkataan cewek yang ada dihadapannya ini. "iya Ale mau bawa rambut Pilar ke dukun, Ale mau guna guna Pilar biar pilar suka ke Ale"jawabnya,cowok itu sedikit kaget dengan pernyataan cewek dihadapannya itu, "cewek gila"Pilar tidak menyangka bisa bisanya dia bertemu cewek sepolos atau mungkin segila Ale.
All Rights Reserved
#18
minhe
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Althalan Vs Amore
  • DEDEL(Zeedel)                                         (Slow Update)
  • "Gue Ganteng!!" (COMPLITED)
  • Terima kasih Imajinasi [end]
  • Enough Love Not For Own [HIATUS]
  • THE CLIMB [Completed]
  • Melody Arthadiesa
  • SPOILEDBOY

Jangan lupa follow Ig: ZinniaPeruviana Di hadapan Althalan, seorang wanita berlutut, menggenggam tangannya yang dingin. Amore. Wajahnya pucat, air matanya bercampur dengan rintik hujan yang membasahi pipinya. Perutnya yang membesar menandakan kehidupan yang sedang ia lindungi-anak kembar yang masih belum lahir, darah daging Althalan. "Kamu nggak boleh mati, Alva...!" "Kamu janji bakal ngebesarin mereka bareng aku, kan?! Kamu nggak boleh pergi sekarang!" Althalan terkekeh lemah. Darah mengalir dari sudut bibirnya, tapi sorot matanya masih samapenuh dominasi, penuh kepastian. Tubuhnya gemetar, tapi bukan karena ketakutan. "Dengerin aku, Lova..." "Anak kita... mereka akan lahir membawa darah aku... Mereka bakal lebih kuat, lebih kejam... dunia ini nggak bakal bisa ngelawan mereka." Amore menggeleng, air matanya jatuh lebih deras. "Jangan ngomong gitu, dasar brengsek! Mereka butuh kamu! Aku butuh kamu!" "Amore" Suaranya kini terdengar lebih dalam, hampir seperti bisikan maut. "Jangan takut. Aku udah senang karena mereka sebentar lagi akan lahir, mereka warisan yang jauh lebih besar dari apapun, mereka nggak akan tumbuh sebagai manusia biasa." "Kita akan terus bersama, aku akan selalu berada di sampingmu sayang, jangan menangis seperti itu, lihat mereka tidak senang melihat mommynya menangis! Mereka adalah dua pilar kehidupan, Walaupun aku sudah tidak ada didunia ini aku berjanji, akan terus melihatmu bahagia bersama kedua anak kita sayang!" Hujan terus turun, membasahi wajahnya yang semakin pucat. Aura iblisnya berputar semakin liar, sebelum akhirnya menghilang bersama helaan napas terakhirnya. Althalan, akhirnya berhenti bernapas. Namun, di balik keheningan yang menyakitkan, dia bisa merasakan sesuatu yang lain dua kehidupan kecil yang sedang berkembang di dalam dirinya. Anak-anak mereka. Dengan mata yang masih dipenuhi air mata, Amore menunduk, bibirnya bergetar. "Mereka akan lebih kuat dariku..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines