Bermain Perasaan

Bermain Perasaan

  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 23, 2019
#UpdateTergantungMood . . . Ini adalah cerita tentang bagaimana kita bisa peka terhadap suatu perasaan. Baik perasaan kita sendiri bahkan orang lain yang dimana kita harus bermain rasa untuk kebahagian mereka. Serta sebagai hiburan bagi kita yang cerdas mengolah dan bermain rasa melalui penyatuan hati dan pikiran yang bertarget pada situasi serta kondisi, yang terkhusus kepada perasaan seseorang. . . Dan aku beri judul cerita amatiran ini yaitu..."Bermain Perasaan". Kisah yang menceritakan kehidupan anak remaja yang diambang berbagai jenis perasaan. Anak SMA yang bernama Adam Dan Olivia dan juga teman-temannya. Adam panglima nama lengkapnya seorang pria yang pendiam dan sangat dingin tak bersahabat. Dengan usia yang masih muda yakni 18 tahun dia tidak pernah menampakkan jiwa dan semangat mudanya. Lain dengan Olivia. Olivia bisa dikata adalah keterbalikan dari adam. Olivia orang yang sangat ceria dan bersahabat. Umurnya sudah 19 tahun tapi sifat bertemanya masih seperti anak-anak. Olivia banyak disukai oleh teman sekelasnya. Tetapi satu hal yang paling buruk didalam diri Olivia yaitu sangat mudah penasaran dan sering ngepoin urusan orang. #selamat membaca kisah amatiran ku semoga bermanfaat. Kalau ada salah (typo), salah tanda baca silahkan dicoment yaah .. mohon dukungannya:)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Caramel
  • Dear.  Pak DIMAS ( Selesai )
  • My Darkness Girl[TAMAT]
  • Marrying Dear Teacher ✔ (Tersedia di Gramedia dan Shopee)
  • Terpaksa Melayani Presdir Impoten
  • ALEXON [END]
  • Upside Down
  • DERAN
  • The Boat of Blossoms
  • Jeya✔️
Caramel

[ T A M A T ] "Punya mulut dijaga!" desis Caramel. "Ngapain gue jaga mulut gue buat orang yang kasar dan nggak tau sopan santun kaya lo!" balas Malvin ketus. Caramel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekat kearah Malvin hingga jarak diantara mereka hanya tersisa setengah jengkal saja. Caramel berjinjit menyamai tinggi Malvin lalu ia langsung menggigit bibir bawah cowok itu dengan kencang. "Kan gue udah bilang, punya mulut dijaga." Caramel menyunggingkan senyum lalu melangkah pergi dari sana. Berawal dari pertemuan yang tak mengenakan dengan cowok berperawakan tinggi itulah yang malah membuat Caramel tak bisa jauh-jauh darinya. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang melibatkan keduanya yang membuat mereka jadi tambah dekat satu sama lain, seperti seakan-akan mereka tercipta memang untuk dipersatukan. Cowok dengan nama belakang Adhitama itu telah berhasil menjadi kelemahan Caramel si gadis egois. Bertengkar karena hal spele sudah menjadi hal yang biasa bagi keduanya, sebab mereka bersatu pun karena sebuah rasa benci. Rasa benci yang kemudian berkamuflase menjadi rasa ingin memiliki. Tapi akankah mereka bisa terus bertahan dengan sifat egoisnya masing-masing?

More details
WpActionLinkContent Guidelines