Alisa
  • WpView
    Reads 12,870
  • WpVote
    Votes 434
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 2, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Terkadang kita harus memilih untuk egois agar kita dapat bahagia -Alisa Charlotte- ***** Hidup tanpa seorang Ibu membuat Alisa menjadi gadis yang keras, di didik seorang Ayah dan satu saudara lelaki membuat Alisa menjadi gadis yang jauh dari kata feminim. "Sa, tau kenapa Ayah kasih nama Alisa Charlotte?" tanya William membelai lembut rambut coklat milik anaknya. Alisa menggeleng, mempererat pelukannya. "Alisa itu artinya gadis periang." pria itu memberi jeda di ucapannya. "Kalau Charlotte itu artinya gadis berani yang tangguh." lanjut William masih membelai rambut Alisa. "Ayah mau Sa jadi gadis yang berani dan tangguh." lanjutnya lagi. Alisa mendongak menatap wajah ayahnya dari bawah, ia mengecup singkat pipi ayahnya lalu semakin mempererat pelukannya. "Sa masih ingat kan 3 pesan ayah." ujar William membuat Alisa melepaskan pelukannya. "Satu, Alisa Charlotte ngak boleh cengeng." "Dua, Alisa Charlotte ngak boleh lemah." "Tiga?" tanya William saat melihat Alisa tak kunjung melanjutkan ucapannya. "Sa lupa? Mau ayah bantu?" tawar William yang mendapat gelengang keras dari Alisa. "Sa ngak mau denger, Yah." "Alisa harus tetap punya rasa kasihan." ujar William lalu mendekap Alisa dengan lembut. "Ayah ajarin Sa untuk menjadi wanita yang kuat, bukan menjadi keras seperti ini." "Stop, Yah." ******
All Rights Reserved
#240
alisa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Alisa's Story
  • Albel
  • DANADYAKSA
  • Trust Me
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Because I'm Stupid (End)
  • Jodohku
  • BEAST AND YOU (End)

'Aku cuma butuh "rumah pulang" aku capek mikir aku capek berjuang aku capek... Tapi aku cuma bisa nangis dan memeluk diriku sendiri , sampai rasa sakit kepalaku mulai sangat terasa .. aku fikir mati akan mengakhiri penderitaan ini , tapi bagaimna adikku? Bagaimana ayahku? Bagaimana kakakku? Aku tidak bisa melihat mereka sedih'. Begitulah tulisan seorang gadis yang sedang mengetik di atas keyboard nya. " Bahkan ibuku bukan tempat untuk aku pulang " gadis itu mendongakkan kepalanya yang terasa nyeri sambil menghembuskan nafas dari bibirnya " Aku capek bee... Aku capek dan semua orang tau seberapa menyedihkannya diriku" kedua gadis itu berpelukan, satu diantaranya melepaskan pelukan itu "lo itu egois lis!" "gw gk egois.." "lo terus terusan merasa klo lo yg paling sakit padahal nggak!" "hehee lo nggak bakal ngerti! Kalian gk bakal ngerti karna kalian gk ngerasain jadi gw.." Nadia alisa seorang gadis berusia 17th yang merasa dewasa sebelum waktunya dan merasa sendirian k etika kehilangan seseorang yg sangat disayanginya. "aku kangen banget. Jemput aku.. Nek" Cerita yang penuh emosi masalah keluarga cinta dan depresi Ceritanya mentok sama si cewek karna ini cerita saya sendiri yaa tapi full banyakan realita daripada halunya maklumin ajalah yaa sekalian curhat hehee

More details
WpActionLinkContent Guidelines