Tak akan terpisahkan

Tak akan terpisahkan

  • WpView
    Reads 142
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 5, 2019
"Say"tegur Amel "Paan?"jawab gue malas "Hooh ada apa?"kata lila yang penasaran "Saytonirrojim"ucap Amel terbahak bahak dengan air liur yang sudah banjir ke muka gue "Bng*t lu anjing"Lila ngegas tak terima dengan perkataan Amel Sedangkan gue meratapi nasib muka gue yang banjir air liur Dan gitu gitu aja tiap hari kelakuan sahabat sahabat gue yang kurang otak,kurang akal Tapi biar gila nya sudah tingkat langit paling tinggi tapi gue tetap sayang kok... Tp boong, eh kaga elah #humor#crazy#sahabat
All Rights Reserved
#8
bermukadua
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • guru yang menyukai murid
  • terlambat pulang
  • AILAH(END)✅
  • LOVE STORY QIANARRA
  • MOVE ON ✅
  • Amelia
  • I LOVE HIM
  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • ALENCHA [END]
  • Three Idiot Girls  ✔

Bab 1 - Guru Baru Bernama Arga SMA Nirwana kedatangan guru baru Bahasa Indonesia: Arga Mahendra, pria 28 tahun, berwajah tenang dan penuh wibawa. Meski belum menikah, sikapnya dewasa dan penuh pengertian, membuat banyak siswa segan namun penasaran. Di kelas XII-3, seorang siswi bernama Tara Kirana dikenal bandel, tapi cerdas. Hobinya menulis puisi satir dan mengganggu guru. Namun saat bertemu Pak Arga, ia menemukan lawan yang tak mudah dipatahkan. --- Bab 2 - Esai yang Membuka Luka Dalam tugas ujian akhir semester, Tara menulis esai berjudul: "Guru yang Tak Pernah Tahu Aku Sedang Jatuh Cinta." Arga membacanya larut malam. Kalimat-kalimatnya tajam dan jujur. Ia tak tahu harus tersenyum atau khawatir. > "Kau tahu rasanya mencintai seseorang yang bahkan tak boleh kau tatap lebih lama dari lima detik?" Bab 3 - Kopi, Kelas, dan Kode Diam Kedekatan perlahan tumbuh. Tara mulai sering membantu di perpustakaan, hanya agar bisa melihat Arga lebih lama. Arga mulai gelisah, tapi tak bisa mengusir Tara. Mereka berbicara tentang sastra, tentang kehidupan, dan tentang kehilangan. Namun semua masih dalam batas guru-murid... sejauh mungkin.

More details
WpActionLinkContent Guidelines