All Of You

All Of You

  • WpView
    LECTURES 100
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadTerminé dim., sept. 15, 2019
"Melepaskan,memerlukan kesiapan hati yang banyak dibanding mempertahankan." Lilian namanya,Erlangga menemukannya dalam sebuah mimpi. Disana dia dipanggil Princess Lilian. Gadis cantik jelita dengan rambut pirang bergelombang.Persis seperti putri di negri dongeng. Lewat mimpi itu,Princess Lilian berpetualang bersama saudara kembarnya,Eleya. Menemukan banyak hal kemustahilan,dan rasa yang tak pernah mereka tahu sebelumnya. Erlangga jatuh cinta,Lilian merasakan hal yang sama. Tapi naas,peraturan bersyarat di negri mimpi adalah saat terbangun,semua kisah cinta itu akan hilang layaknya kabut di pagi hari. Tapi kini Lilian terbangun dari mimpinya. Dan menemukan jejak Erlangga di sini, Akankah kisah cinta mereka serupa di alam mimpi ? Akankah cinta mereka nyata ?atau hanya seperti bayangan yang menghilang ?
Tous Droits Réservés
#447
novelromance
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Erlangga
  • Our Marriage
  • saat dunia menolak, kau datang seperti senja
  • " To Love ,To Lose "
  • [TAMAT] Api Unggun Terakhir
  • The Veil of the Elf Prince [ON GOING]
  • Giorgio's Romantic Journey [END]
  • Langkahku Sampai Istanbul
  • I Will Change My Destiny
  • CACA
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu