All I Need is Love

All I Need is Love

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 15, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Siapa sebenarnya diriku? Mengapa mereka tidak menyayangiku seperti kedua kakakku? Mengapa mereka semua membenciku namun membiarkanku hidup dalam harapan palsu? Dan kau? Mengapa kau berbeda? Kau hanya seorang pemuda yang belum lama kukenal. Mengapa kau bersedia menjadi teman, sahabat, kakak, bahkan pendampingku yang sangat menghargaiku. Entah akan bertahan berapa lama.. Sedikit tulisan amatir ini hanya sebagian kecil jalan hidupku. Aku Auryn Chrisangela Gouldy dan ini kisahku...
All Rights Reserved
#738
sick
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antara Pagar dan Perasaan
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • Eliinaa
  • Andira [End]
  • NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • ALEAGAS [END]
  • Halcyon
  • M E M O R Y  (On Going)

Arvino Reyhan Dirgantara - atau Ehan, dikenal sebagai cowok kalem, sedikit dingin, dan susah ditebak. Sementara Azalea Vianita Anjani - atau Aza, cewek ceria tapi gengsian, selalu punya jawaban sarkas untuk semua hal yang berbau romantis. Mereka duduk di kelas yang sama. Satu sekolah. Satu lingkungan. Bahkan... satu gang rumah. Hubungan mereka? Jauh dari kata akrab. Saling lempar pandangan malas tiap papasan. Saling sindir kalau disuruh kerja kelompok bareng. Dan saling tutup telinga soal gosip yang nyebar soal "cocok-cocokan" dari teman sekelas. Tapi segalanya berubah saat hujan turun deras di suatu sore, dan satu payung mempertemukan mereka di bawah langit abu-abu. Sedikit demi sedikit, percakapan yang awalnya dingin mulai menghangat. Tatapan yang awalnya biasa, jadi terasa beda. Masalahnya? Mereka terlalu gengsi untuk jujur soal perasaan masing-masing. Di antara pagar rumah yang hanya dibatasi semak kecil, dua hati diam-diam tumbuh rasa - meski belum siap untuk mengakuinya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines