I DON'T CARE

I DON'T CARE

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 16, 2019
Yaps...! Kalian benar. Setelah membaca judul cerita ini, gue yakin, Lo semua pasti berpikir ini adalah cerita seseorang yang bodo amat. Orang yang tidak peduli akan lingkungan sekitar, orang yang hanya peduli pada diri sendiri, dan tidak mau ikut campur dalam urusan apa pun. "Bodo amat, deh." Kata-kata itu yang selalu keluar dari ucapannya sambil memalingkan muka disaat semua orang sedang ribut dengan berbagai gosip terhangat, yang dia anggap hanya buang-buang waktu saja. Dia lebih suka menghabiskan waktu dengan membaca, dibanding harus ikut campur dengan urusan orang lain, yang sama sekali bukan urusannya. "Lo itu anak sosial, tapi jiwa nya kok nggak ada sosialidaritas nya ya?" Pertanyaan itu meluncur dari mulut cowok biang rusuh yang di puja-puja di sekolah dari awal memasuki SMA, karena ketampanannya. Yang begonya lagi, dia adalah ketua KETUA KELAS. Dengan malas gadis itu hanya menatap dia sekilas, dan kembali pada bacaan di tangannya. Menurutnya, waktunya terlalu berharga hanya untuk menjawab pertanyaa dari biang rusuh, yang sama sekali nggak penting. Dia, Mayra Lavita Nasution. Hanya gadis biasa, tapi dapat memporak-porandakan hati saat membaca ceritannya. Di suguhi dengan adegan-adegan yang berbeda, jadi siapkan tawa dan juga air mata.
All Rights Reserved
#59
wttys2019
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Numbness (selesai)
  • DETTA
  • Inersia
  • Resist Your Charms
  • Vyola ✓
  • M Y   B A D B O Y (Completed)
  • ANARAN
  • Perjuangan Yang Tak Dihargai(TAMAT)
  • Cheerful Girl [ENDING]
  • Another Side ¦ Book 1 Of 2✔

Highest rank : #1 in boyfriend [15 januari 2019] "Jauh-jauh dari gue!" Ia mengibas-ngibaskan tangannya, seolah mengusir. Mau tidak mau Adel menurut, ia mundur dengan senyuman yang masih mengembang. "Jauh lagi!" Adel mundur lagi. "Lagi!" "Terus, lagi!" Adel terus mengikuti ucapan Bagas, dan senyumannya semakin lama kian sirna. "Udah, stop! Lo harus jaga jarak sama gue kayak gini. Kalo lo berani deket-deket, kita end!" sungut Bagas sambil memperagakan gaya menggorok leher. Bibir Adel mengerucut. "Ih, gue jadi kayak penguntit tau nggak, Gas?!" "Gas gus gas gus! Lo kira gue elpiji!" ucap Bagas tak terima dengan namanya yang disingkat-singkat dan malah jatuhnya seperti gas elpiji. Adel cengengesan. "Jadi, gue manggilnya apa, dong? Ba? Atau..... Sayang?" -------- Copyright 2018 @windchenchaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines