Pabuaran, Permulaan Datangnya Angkara

Pabuaran, Permulaan Datangnya Angkara

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 21, 2019
Ketika sebuah kerjaan sebesar Banten. Tanah yang Makmur, pelabuhan yang ramai, bumi yang kaya. Cerita ini adalah sudut pandang lain yang terjadi selama beberapa fase jatuh, bangkit, dan runtuhnya kerajaan Banten. Sebuah sudut pandang dari rakyat yang berjuang untuk nasibnya sendiri.
All Rights Reserved
#78
kolonial
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Setiap Tetes Darah
  • We Meet Again?  [END]
  • The Revolution Team
  • di bawah langit hindia
  • Egbert Van Loen, 1935. [LJN]
  • sang pemilik hati
  • Karena Cinta (Akan ada revisi cerita)
  • Taruna Pemilik Hati (REVISI)
  • Balinda
  • Satu Desa

"Setiap tetes darah kami yang menetes pada tanah ini, akan selalu dikenang dan diperjuangkan bagi generasi-generasi Indonesia selanjutnya." Begitu sorak sorai para tokoh pahlawan perjuangan dalam memerdekakan Indonesia dari kejinya penjajahan yang dilakukan oleh Jepang. Intensnya perlawanan para masyarakat Indonesia di daerah Banten melawan penjajah Jepang akan dikemas dengan bentuk karya fiksi pada cerita ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines