Senyum yang lain

Senyum yang lain

  • WpView
    GELESEN 59
  • WpVote
    Stimmen 2
  • WpPart
    Teile 9
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mi., Juni 18, 2025
Di tengah taman yang bermekaran dengan bunga warna-warni, tawa riang dua sahabat kecil menggema seperti melodi musim semi. Shaila berlari ringan, rambutnya menari ditiup angin, diikuti oleh Fuji yang tak kalah ceria. Langit biru cerah, dan matahari memandikan mereka dalam cahaya keemasan. Tiba-tiba, Fuji menghentikan langkahnya sejenak dan berteriak lantang, "Hei Shaila! Menikahlah denganku!" Langkah Shaila terhenti. Ia menoleh dengan mata membulat, napas tersengal, dan wajah yang tercampur antara bingung dan terkejut. Detik itu seolah membeku-waktu melambat, bunga-bunga seakan menunduk menyimak. Namun sebelum Shaila sempat menjawab... Triiiing triiiing triiiing! Suara alarm membuyarkan semuanya. Shaila terbangun dengan jantung berdebar dan keringat dingin di pelipisnya. Itu hanya mimpi. Tapi mengapa hatinya masih terasa hangat...?
Alle Rechte vorbehalten
#453
pertemuan
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA
  • After Nine Years
  • Jangan Bermain Cinta dengan Mapala
  • JINGGANYA SENJA (Lengkap)
  • Let's Go Home!
  • Di Antara 2 Kebimbangan (Complete✔)
  • SHETAN
  • [END] Blind Rainbow
  • TEMAN?

Hati yang Setia selalu merunduk-merendah mencari jalan-jalan terang dalam hidup, dan disaatnya LANGIT pasti akan menunjukan jalan Kesetiaannya. Cinta sejati tak akan lekang oleh waktu. Namun akan kembali dengan cara yang menakjubkan. Rakha dan Kinanti bagai layang-layang kembar. Terbang tinggi ke langit menembus awan tertinggi memohon diturunkan Cahaya untuk menerangi hati yang sepi pada Kerinduan yang tidak pernah bertepi. Diatas perahu di Selat Bali, Rakha hanya memandang gerak Langit, senyap dalam doa. Tiba-tiba tampak Langit Terbelah Cahaya Purnama. "Ooh Betapa Agungnya Engkau Maha Tercinta... " Kinanti berjalan menghitung langkah satu demi satu, menatap lembayung senja yang melintasi bebukitan hijau yang mulai menua. "Aishiteru Rakhaaa... Kamu dimana !!!" Langit pun terpaksa menangis... Bersama deru hujan yang datang kejar-mengejar dengan suara Angin yang berhembus kencang. "Kin ! .. KUA terdekat dimana? Bisa nggak kita daftar malam ini juga?" Rakha mulai serius menggoda pada pertemuannya yang baru berselang sekian menit. "Hayu, siapa takut?. Kita cari dulu muka yang tampangnya alim untuk jadi saksi nikah kita ya?"

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien