Senyum yang lain

Senyum yang lain

  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 18, 2025
Di tengah taman yang bermekaran dengan bunga warna-warni, tawa riang dua sahabat kecil menggema seperti melodi musim semi. Shaila berlari ringan, rambutnya menari ditiup angin, diikuti oleh Fuji yang tak kalah ceria. Langit biru cerah, dan matahari memandikan mereka dalam cahaya keemasan. Tiba-tiba, Fuji menghentikan langkahnya sejenak dan berteriak lantang, "Hei Shaila! Menikahlah denganku!" Langkah Shaila terhenti. Ia menoleh dengan mata membulat, napas tersengal, dan wajah yang tercampur antara bingung dan terkejut. Detik itu seolah membeku-waktu melambat, bunga-bunga seakan menunduk menyimak. Namun sebelum Shaila sempat menjawab... Triiiing triiiing triiiing! Suara alarm membuyarkan semuanya. Shaila terbangun dengan jantung berdebar dan keringat dingin di pelipisnya. Itu hanya mimpi. Tapi mengapa hatinya masih terasa hangat...?
All Rights Reserved
#983
persaudaraan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DERSIK
  • After Nine Years
  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA
  • Cerita Tentang Zeeya
  • Di Antara 2 Kebimbangan (Complete✔)
  • Thank You For Being In My Live🤍💔
  • Jangan Bermain Cinta dengan Mapala
  • Guangzhou's Girl (COMPLETE) √
  • SASHI
  • JINGGANYA SENJA (Lengkap)
DERSIK

"Wow, pemandangannya bagus sekali!" kata Alma, sambil mengambil foto dengan kamera ponselnya. "Iya, aku suka sekali!" jawab Calista, sambil tersenyum. Arya, yang berjalan di depan, tiba-tiba berhenti dan menunjuk ke arah atas. "Lihat, gunungnya sudah terlihat! Ayo!" °°° Sex... Electi... Sex... Electi... "Tapi, apa itu?" tanya Alma, sambil menunjuk ke arah asal suara. "Aku tidak tahu," jawab Akira, sambil menggelengkan kepalanya. "Tapi suara itu terdengar sangat aneh." °°° "Apa yang terjadi?" tanya Akira, sambil menoleh ke arah Riven. "Aku juga tidak tahu," jawab Riven, menggelengkan kepala. "Tapi aku rasa kita harus siap menghadapi apa yang akan terjadi." °°° "Apa... Apa ini?" Tanya Alma, menunjuk ke arah sebuah portal bercahaya yang baru saja terbentuk. "Aku tidak tahu," jawab Lirien, menggelengkan kepalanya. "Tapi aku rasa kita harus menjauh dari sini." °°° "Dimana kita sekarang?" tanya Calista, memindai tempat aneh yang indah. "Alma?! Arya?!" seru Riven. "Kita terpisah!" timpal Akira dan Lirien bersamaan. °°° "Dimana ini?!.." Tanya Arya ntah pada siapa. °°° "Adakah... apa ada caranya untuk kita bisa kembali?" Tanya Alma, yang muncul sebuah harapan di benaknya. °°°° Alma, Arya, Calista, Lirien, Akira, dan Riven, enam sahabat yang tak sengaja terjebak dalam portal dunia paralel yang saling berhubungan. Mereka menemukan diri mereka dalam dunia baru yang penuh dengan petualangan dan tantangan. Dengan kekuatan persahabatan yang kuat, mereka harus menghadapi berbagai permasalahan yang bermunculan, termasuk orang jahat, kesalahpahaman, dan pencarian jalan kembali ke rumah. Pertanyaan besar yang menghantui mereka adalah: apakah mereka bisa kembali pulang ke rumah dan bersatu kembali dengan orang tua mereka? Note: penulis masih belajar mohon bimbingannya ya! Boleh kasih saran dan kritik namun mohon jaga ibu jari kalian ya agar tidak menyakiti perasaan ya🙏! Tolong bantuannya dan Terimakasih 🥰

More details
WpActionLinkContent Guidelines