We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Unperfectly

Unperfectly

  • WpView
    Reads 526
  • WpVote
    Votes 131
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 11, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Aku hanya berpikir untuk menjadi apa yang kamu suka bukan apa yang membuatku nyaman. _______ Begitu banyak orang yang mendamba masa SMA. Berlomba jadi sempurna untuk sebuah pengakuan. Tapi bagi Amira, masa ini seperti rumitnya soal fisika, istilah biologi yang sukar dihapal, dan percobaan kimia yang tak luput untuk gagal. Perlahan terjerat pupa dari setiap pertanyaan yang terlontar, memaksanya berubah tanpa jeda dan ruang untuk dirinya bertanya, "mengapa?" ... "Lo suka kakak gue, ya?" "Kalo iya kenapa, kalo enggak kenapa?" "Jangan suka kakak. Soalnya, gue suka lo." ... Dan kehadiran seonggok makhluk abstrak namun rupawan, membuat Amira dihadapkan tanda tanya besar soal rasa yang entah kapan mendapat jawaban. ===== [Teenfiction] Written by Seahan Rating PG-13 Status on going Not the best story but trying to be worthy. Happy reading^^
All Rights Reserved
#583
broken
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • FRIENDzone (Completed)
  • My Duchess / End
  • MY PERFECT LECTURER✓ [COMPLETED]
  • Love Scenario : Nefarious (Tersedia di Gramedia)
  • This Is My Dream
  • Ketaksaan Cinta ✔️
  • JAM 3 SORE
  • 𝐀𝐁𝐑𝐄𝐀𝐊𝐒𝐈
  • The Real Boyfriend
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines