MONOLOG SATIRE

MONOLOG SATIRE

  • WpView
    Reads 95
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 2, 2020
MONOLOG adalah suatu percakapan yang dilakukan oleh orang tunggal atau diri sendiri. Sedangkan SATIRE adalah gaya bahasa untuk menyatakan sindiran terhadap suatu keadaan. MONOLOG SATIRE, Kata itulah yang menjadi semangat untuk menyemangati diri sendiri. Ketika seseorang tak lagi punya semangat dan tak ada yang menyemangati. Disitulah ada diri sendiri yang harus memberikan semangat. Dengan kata-kata pembangkit yang membuat semangat tumbuh kembali. Untuk itu sebelumnya kita harus berfikir setiap saat betapa bodohnya diri ini yang menyia-nyiakan waktu yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa. Yang hanya dengan bermalas-masalan dan tak punya semangat gairah hidup yang lebih baik. Oleh karena itu, penulis ingin membuat mengajak pembaca untuk bangkit melawan keterpurukan oleh diri sendiri. Mudah-mudahan para pembaca termotivasi terhadap apa yang saya curahkan disini.
All Rights Reserved
#277
sindiran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐂𝐈𝐀𝐍 [✓]
  • Suara Asa: Nolisa
  • Mahligai Sunyi
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • 𝓐𝓴𝓾 𝓢𝓮𝓵𝓪𝓵𝓾 𝓜𝓮𝓶𝓪𝓷𝓭𝓪𝓷𝓰 𝓛𝓪𝓷𝓰𝓲𝓽 𝓑𝓲𝓻𝓾 𝓘𝓽𝓾
  • Titik Yang Benar
  • SEANDAINYA SEMUA ORANG PERGI MENINGGALKANMU [LENGKAP] ✔
  • Dear Dirga
  • It's Okay, Kamu Normal !

Takdir adalah kekuatan yang tak bisa dihindari, sebuah kenyataan yang hadir tanpa pemberitahuan. Beberapa orang mungkin merasa kesulitan untuk menerima jalan hidup yang sudah digariskan untuknya, berjuang melawan kenyataan yang terasa begitu keras. Namun, kita sebagai manusia, pada akhirnya harus mampu menerima takdir yang telah ditentukan. Walaupun terkadang takdir tidak memberikan jalan yang indah, kita harus percaya bahwa pilihan Tuhan lebih baik dari apa yang bisa kita rencanakan. Karena pada akhirnya, segala sesuatunya akan indah pada waktunya, meskipun prosesnya tidak selalu mulus. Hidup ini ibarat bunga yang mekar di musimnya, namun tak lama kemudian akan layu. Meskipun bunga itu akhirnya hilang, kenangan akan keindahannya tetap terpatri dalam ingatan. Begitu pula dengan setiap momen dalam hidup. Setiap pertemuan, setiap perpisahan, meskipun membawa kesedihan, tetaplah menjadi kenangan yang berharga. Namun, jangan khawatir, karena setiap waktu yang berlalu akan membawa kebahagiaan baru, seperti bunga lain yang akan mekar di musim yang berbeda.

More details
WpActionLinkContent Guidelines