Semuanya berubah saat aku berpamitan dengan keluarga tersebut. Mereka langsung menjadi aneh dan menahanku supaya tidak meninggalkan rumah tersebut dengan berbagai cara. "Terima kasih atas makanannya. Aku rasa aku harus pulang sekarang, terima kasih sekali lagi", ucapku sambil melipat serbet. "Kau tidak boleh pulang, kau sudah menjadi bagian keluarga kami sekarang", sahut wanita yang merupakan ibu di keluarga tersebut. Aku mulai menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan keluarga ini, aku pun berusaha sebisa mungkin untuk bisa kabur dari rumah tersebut. "Giselleee", memanggil dengan suara lembut. "Dbuggg", suara pukulan.
More details