FIRASAT
  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 11, 2019
Pernikahanku hanya tinggal 3 hari lagi. Aku dan calon suamiku Matteo, kami memiliki hubungan yang paling bahagia dan tidak ada siapapun bahkan kamu bisa bayangkan. Dia membelikan aku rumah impian dengan detail yang sama persis seperti yang pernah aku bayangkan, dia selalu memeluku saat bertemu dengan perempuan - perempuan cantik yang menaruh hati padanya. Lalu bagaimana bisa ternyata bukan aku yang berjalan di aisle tapi seorang perempuan cantik berambut merah api yang tak asing bagiku. Saat dia berdiri mendampingi calon suamiku di hari pernikahan itu, dia tersenyum ngeri ke arahku dari balik kain veil putih yang menutupi wajahnya. Ada sesuatu yang tidak beres. aku hancur. Siapa perempuan ini? mengapa aku merasa sangat mengenalnya padahal aku belum pernah bertemu sekalipun?
All Rights Reserved
#70
firasat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TIME (END)
  • A Vow Of Hate [ END ]
  • Meant To Be
  • The Painless
  • Deep End ✓
  • Pernikahan Impian (Tamat)
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • THE MYSTERY OF MY [BOSS'S] WIFE [COMPLETED]
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis

Aku melangkah cukup lama dengan masa lalu yang kelam, aku sudah lelah berjalan di kegelapan dan kini apa aku harus kembali pada masa itu lagi? Bagaimana bisa? Bagaimana bisa pria yang aku cintai membuat aku terluka? Pria yang datang dengan senyum serta mata hitam yang indah kini kembali membawaku kedalam kegelapan. Dua manusia yang berhasil membuatku menjadi pemeran jahat dalam kisahku sendiri. Dua manusia yang membuatku terlihat sangat menyedihkan di dalam kisahku sendiri. Ini kisahku tapi terlihat seperti kisah mereka, kisah yang memberikan kesedihan, penghianatan, kebencian dan mungkin juga takdir. Aku Maudya Cella benar benar benci Gilang Pratama dan Anita Zarah, aku hidup hanya untuk kedua anakku. Hanya mereka alasan aku untuk bernafas sekarang, walaupun aku tidak tahu seperti apa takdir akan melukiskan kisahku di masa mendatang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines