Bad Family

Bad Family

  • WpView
    Reads 883
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 28, 2020
Tidak selamanya hidup kita selalu bahagia. Ada kalanya kita merasakan susah dan sedih, dimana takdir dan waktu yang selalu menentukannya. Dan kebahagiaan kita tergantung dengan kita yang menjalaninya. "Kita hidup seperti roda berputar kadang ada saatnya kita diatas dan ada kalanya kita dibawah..." Mungkin kata kata itulah yang sudah di alami Aqila, seorang remaja yang harusya tumbuh besar dengan kebahagiaan dan kasih sayang orang tua namun ini berbeda dengan Aqila. A: Cara hadapi masalah gimana? B: Always smile.. A: Jika kamu disakiti banyak orang? B: Always smile.. A: Kalau suatu saat takdir menentukan mu menjadi anak brken home? B: nothing, i just want to smile..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • Alton
  • Saat Semua Orang Berpaling
  • FATE ✓
  • save me
  • Magnificent Journey [COMPLETED]
  • Memorable
  • Deberìa Redirme? (End)
  • 𝙆𝘼𝙏𝘼 𝙎𝙀𝙈𝙀𝙎𝙏𝘼 2 | 𝙉𝘼 𝙅𝘼𝙀𝙈𝙄𝙉
  • SAMUDRA BERCERITA || END

Di sebuah rumah yang lebih sering berisik oleh bentakan daripada tawa, tiga anak tumbuh dari puing-puing cinta yang retak. Ara, si sulung yang belajar menjadi atap saat bapaknya lebih sering pergi ketimbang tinggal. Rei, anak tengah yang mencoba menjadi lelaki tanpa pernah punya contoh. Dan Zea, si bungsu yang bersembunyi di balik boneka bermata satu sambil bertanya dalam hati: "Apa semua rumah seperti ini?" Saat rumah yang dulu mereka sebut "pulang" tak lagi memberi tempat, satu per satu dari mereka harus memilih: tinggal dalam reruntuhan, atau membangun sendiri pondasi baru-meski dengan tangan gemetar. Ini bukan kisah keluarga yang sempurna. Ini kisah tentang bertahan meski tidak utuh, tentang anak-anak yang tak ingin mewarisi luka orang tuanya. Dan tentang keberanian untuk berkata: "Ledakan itu berhenti di sini." Karena tumbuh dari kehancuran... bukan alasan untuk mencintai dengan cara yang menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines