Siapa?
  • WpView
    Reads 100
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 24, 2020
Padahal dari dulu tak pernah berfikir kau bisa berubah, namun benar ternyata "hati siapa yang tahu". Hari ini aku merasa dipatahkan oleh semua tingkah aneh mu yang tiba tiba. Tak sedikit waktu untuk menyusun berbagai kata yang kuungkap padamu, tak sedikit waktu untukku bisa menerimamu agar memiliki tempat di hidupku. Dari dulu aku selalu menerima apapun darimu, semua hal baik yang ada padamu aku sanjung, dan semua hal yang kurang baik yang ada padamu aku mencoba membuatnya menjadi lebih baik. Kamu? Orang lucu yang ceroboh, humoris tapi kadang garing, kaku dan tak suka menunjukkan sisi kelebihan mu. Aku? Selalu suka apapun tentangmu, selalu tersenyum ketika melihatmu, dan hobi sekali membuatmu bingung atas kemanajaanku lalu dengan frustasi kau membujukku. Kisahnya padahal belum dimulai, tapi kau bersikap aneh secara tiba-tiba. Apa kau mulai bosan padaku? "selamat membaca"
All Rights Reserved
#58
november
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Grey Of SAKARUNA
  • Admire Or Love
  • NODA
  • Cerita Rein (SUDAH TERBIT)
  • Dosen Resee!!!
  • My Story
  • MUTIARA
  • MsS 2 : Ini Aku [ COMPLETED ]
  • Shelano
  • Aku Kamu dan Dunia Kita

Entah siapa yang bisa benar-benar menebak apa yang ada di pikirannya? Kadang, aku merasa kami sedekat nadi-tak terpisahkan oleh ruang atau waktu. Namun, di lain waktu, rasanya seperti tak pernah ada apa-apa di antara kami. Dia melenggang ke sana kemari, seolah aku tak lebih dari bayang-bayang yang tak terlihat. Tapi anehnya, di saat tertentu, dia menggeliat di sisiku, seperti tak akan bisa bertahan hidup tanpa kehadiranku. Hingga kini, aku masih tak tahu apa yang sebenarnya ada di dalam pikirannya. Keluh kesahnya, tawa kecilnya, dan tingkah manjanya yang dulu terasa akrab kini hilang begitu saja, bagai debu yang diterbangkan angin. Dua belas tahun kebersamaan kami, mengapa rasanya bisa terhapus hanya dalam tiga tahun? Aku mencoba meyakinkan diriku bahwa segalanya memang memiliki waktunya masing-masing. Bahwa perubahan ini bukanlah sesuatu yang luar biasa. "Ini bukan masalah besar," gumamku berkali-kali. Namun, hati kecilku tak pernah benar-benar berhenti bertanya, mengapa? Hal yang paling membuatku kesal adalah kebiasaannya yang kini berubah menjadi teka-teki. Dia datang kepadaku, tapi hanya ketika dia butuh. Saat lapar menghampirinya, saat kesedihan melingkupinya, atau ketika kebosanan menjeratnya. Dia akan muncul tiba-tiba, menghancurkan keteraturanku, mengacak-acak ketenanganku, lalu pergi tanpa sepatah kata pun. Maksudnya apa? Aku benci dibuat bingung seperti ini. Aku benci bagaimana dia membuatku merasa diperlukan, hanya untuk kemudian membuatku merasa tak berarti. Namun di balik semua rasa kesalku, aku tak bisa mengingkari satu hal: aku tetap menunggunya. Dia adalah Saka, sebuah misteri yang tak pernah bisa kuselesaikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines