Aku Kamu dan hujan

Aku Kamu dan hujan

  • WpView
    Reads 1,586
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Tue, Sep 10, 2019
Sejakk kecil aku tidak menyukai Hujan.bagiku hujan itu sangat menyebalkan.Bukankah banyak orang memilih meringkuk ditempat tidur dibawah selimut disaat hujan turun? bukankah banyak orang yang menyeringai ketakutan saat petir selalu bersamaan dengan hujan?belum lagi orang yang terhambat aktivitasnya karena hujan disaat yg tidak tepat.meski kita tidak bisa hidup tanpa hujan, aku tetap tidak suka hujan. sampai akhirnya aku mengenal dia.dia yang sangat menyukai hujan membuatku belajar mengenali hujan dan perlahan aku bisa merasakan perasaan yg ia rasakan pada hujan.katanya,setiap tetes air hujan adalah salam rindu dari tuhan.tapi setelah dia pergi,bagiku setiap tetes hujan adalah salam rindu untuknya. dia yg pergi begitu saja, menelan semua rasa bersalahku sendirian selama satu tahun yg lalu.ada banyak hal yang ingin ku katakan padanya.Lebih dari itu,aku ingin mengatakan bahwa aku sayang padanya,sesuatu yang tidak kusadari satu tahun yang lalu:((
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rain Sound
  • Hujan di Malam Hari
  • Rainy Day
  • Romansa, Kopi Dan Hujan (Kumpulan Cerpen)
  • 雨 (𝐡𝐮𝐣𝐚𝐧)
  • Rianbow [SHS 1]
  • Pelangi Setelah Hujan
  • rain untuk senja
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • Gadis Hujan

(Telah Diterbitkan) Aku bingung kenapa banyak orang yang menyukai hujan. Saat kutanya, sebagian dari mereka mengatakan bahwa hujan itu romantis, beberapa berkata bahwa hujan itu menyejukkan, yang lainnya mengungkapkan bahwa hujan membawa ketenangan. Ada juga yang bilang bahwa hujan membawa keluar semua kenangan yang lama tersimpan rapi di sudut hati setiap orang. Kau juga suka hujan. Dan alasanmu adalah favoritku. Kau bilang hujan adalah anugerah Yang Maha Kuasa. Tetes-tetes yang turun membawa pesan dari langit dan setiap butirnya menyampaikan pesan yang menunggu untuk diinterpretasikan oleh setiap manusia. Saat hujan turun, kau selalu mengamatinya. Berusaha memaknai suara yang ditimbulkan oleh berjuta tetes air yang menghantam bumi. Aku sedikit demi sedikit mulai memahami jalan pikiranmu. Juga mulai memaknai bunyi hujan yang turun. Tes. Tes. Tes. Dan karena kepahamanku akan jalan pikiranmu itulah-- Aku membenci hujan. Copyright © 2014 by vachaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines