Story cover for Steven And Starla  by Ansarmdnti_
Steven And Starla
  • WpView
    Reads 192
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 11
  • WpView
    Reads 192
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 11
Ongoing, First published Sep 10, 2019
Jangan lupa follow dulu sebelum membacanya 🙏💙🌹

Steven saputra Mahendra seorang cowok dingin ,cuek ,irit ngomong Sama orang Yang baru ya kenal bahkan teman temannya juga .

Cowok most wanted Di sekolah sma bima jaya ,Dan pemilik yayasan ini juga adalah 
keluarga Mahendra .

Massa lalu Yang membuat Steven cuek pada perempuan,Karena ini Steven tidak membuka Hati untuk siapa siapa.karrna Masih inget Massa lalunya .


"Apabila es Batu bisa cair Karena matahari ,apakah Aku juga bisa mencair Kan Hati seorang es kutub "

Harus di jodohkan dengan cewek yang polos dan pintar .membuat mereka saling melengkapi.



Vote+komen 

Jangan lupa🙏
All Rights Reserved
Sign up to add Steven And Starla to your library and receive updates
or
#30myhusband
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
We Were We Are cover
SEAVIN (Sean&Evelyn) cover
MAS SANTRI cover
Perjodohan SMA cover
ELGA cover
ILALANG (TAMAT)  cover
REIAR cover
Mas Jevin || JICHEN  cover
Arka cover
Nikah SMA cover

We Were We Are

15 parts Ongoing

Follow dulu yuk... Lanjut masukin perpus😇😇 Meira cewek paling dingin di sekolahnya dengan kepribadian yang di penuhi dengan secreet, ia cewek yang males berurusan dengan orang lain kecuali kedua sahabatnya. Namun di tengah tengah kehidupannya yang damai ia bertemu dengan laki laki bernama haqi yang termasuk siswa terfavorite dengan kecerdasan dan paras tampannya, tapi ia mendapatkan julukan the most wanted karna kepribadiannya yang tak tersentuh. Siapa sangka meir dan haqi ternyata sudah saling mengenal sebelum mereka terlibat di antara konflik konflik yang membuat mereka semakin saling membenci. Tapi justru meira dekat dengan sahabatnya, Devano. Meira - hidup dalam keheningan yang dipenuhi warna. Empat tahun berlalu sejak kehilangan bagian terpenting dari hidupnya. Ia menyembuhkan diri lewat kanvas, jauh dari Indonesia, jauh dari luka. Tapi pulang ke tanah air berarti membuka pintu masa lalu-dan di baliknya, Zayyan Nabhan Haqi masih berdiri... menunggu. Dulu, cinta mereka terpisah oleh keadaan. Sekarang, cinta itu diuji oleh keraguan dan sisa luka yang belum sembuh. Bisakah dua hati yang patah kembali saling percaya, setelah terlalu lama diam? "We Were, We Are" adalah kisah tentang patah dan pulang, tentang dua jiwa yang belajar mengisi ruang yang dulu kosong, dan tentang cinta yang menunggu waktu untuk selesai.