senja dan luka

senja dan luka

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 10, 2019
pernah kah terpikir dalam ingatan ? bagaimana perih nya senja menutup usia siang? pernah terpikir bagaimana setia nya senja menunggu waktu dimana ia akan muncul memberi keindahan pada seluruh umat manusia meski hanya sekejap? pen-deskripsian setiap orang tentang senja berbeda beda begitu pun dengan cerita senja dari seorang gadis 17 th ia menjadi pecandu senja sekaligus menjadi luka di balik ke indahanya Dia adalah: afsheen mikaila gadis sederhana memiliki rambut panjang hitam legam gadis berperawakan cukup tinggi gadis dingin dan cuek yang sangat jarang sekali tersenyum dan berbicara dengan lingkungan sekitar hingga suatu saat di jam 17.00 di saksikan senja afsheen jatuh hati pada pria sederhana yang ia temui lewat sorot matanya kala ituu laki laki itu bernama : Ardan firza ramadhan laki laki berperawakan tinggi dengan sorot mata tajam yang mampu membuat kaum hawa jatuh dalam pesona nya laki laki yang memiliki sikap tidak jauh beda dengan afsheen tentang bagaimana kisah nya berlanjut mari kita sama sama ikuti kisah mereka.... thanks for reading jangann lupaa vote+coment yaa teman teman💛
All Rights Reserved
#14
coldgirls
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • LOVE IS DESTROYED [COMPLETED]
  • I AM YOU [NEW VERSION]
  • Mine [SELESAI] ✔
  • Paradise
  • Converge With You [On Going]
  • Cerita Senja [Terbit]
  • ON SIGHT (Completed)
  • Cuaca

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines