Inersia, Kunjungan ke Masa Lalu

Inersia, Kunjungan ke Masa Lalu

  • WpView
    Reads 212
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Tue, Jan 24, 2023
"Bagaimana jika aku bisa kembali ke masa lalu? Banyak sekali keputusan yang aku ingin ubah dari semua kegagalan itu." Pertanyaan itu yang sering hinggap di Gani Hanafi, seorang yang baru saja dilantik sebagai seorang dokter umum. Sebelum menghadapi dunia kerja, Gani justru dihantui oleh bayangan yang terjadi terkait masa lalunya yang buruk. Yang paling sering terkenang olehnya adalah saat dia menjalani pendidikan profesi (koass) dulu yang menurutnya penuh akan penyesalan. Hal itu juga yang membuat Gani curhat ke Nanako Yamashita, seorang teman dari Jepang yang dia kenal di media sosial waktu SMA dulu. Nanako pun langsung memberikannya sebuah alat canggih yang membuatnya mampu mengunjungi masa lalu itu. Dengan alat itu, Gani mencoba kembali menjawab pertanyaan tentang apa yang terjadi jika dia mengubah satu atau dua hal yang penting terkait tindakan atau keputusan yang dia lakukan saat koass dulu. Misalnya, sedikit lebih rajin dalam belajar Atau, sedikit lebih dekat dengan teman-teman kelompok. Apakah itu akan berubah? Selamat datang di Inersia!
All Rights Reserved
#3
koass
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hiraeth.
  • A promise in Munich
  • Akhir dari Kita[END]
  • Jurnal Dokter Muda
  • COASS COOPERATE 5.0 (The Final)
  • COASS COOPERATE 3.0 [Sequel of CC 2.0]
  • Second Chance [END]
Hiraeth.

[ C O M P L E T E D ] hiraeth (n.) : rasa kehilangan, nostalgia, kerinduan, keinginan yang tulus, rasa penyesalan dan keinginan untuk kembali kepada tempat awal- rumah. ❝Kamu datang ke kehidupanku, menebarkan benih kebahagiaan kepadaku sampai membuat diriku lupa, bahwa tak ada yang namanya kebahagiaan bersifat permanen. Kamu datang hanya untuk ngebaperin aku saja kan? Membuat aku berharap dengan segala harapan palsu yang sudah kamu rangkai dengan sedemikian rupa itu. Dan dengan bodohnya, kamu dapat membuatku tertipu dengan tingkah manismu yang lalu. Terima kasih Al untuk segala kenangan yang terekayasa ini, dan juga terima kasih karena sudah membuatku berharap ke kamu sejauh ini. Sekali lagi, Terima kasih.❞ sepotong kisah panjang yang hanya berisi tentang penyesalan cinta dimana kedua belah insan, harus merasakan sakitnya kehilangan sebanyak dua kali di hidup mereka tanpa bisa merasakan bahagianya kembali kerumah bersama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines